Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Masa Tugas Berakhir, Konjen Australia di Surabaya Christ Barnes Pamitan ke Gubernur Khofifah

Konjen Australia di Surabaya, Christ Barnes akan mengakhiri masa tugasnya akhir pekan depan.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Konjen Australia di Surabaya, Christ Barnes bertandang ke Gedung Negara Grahadi untuk berpamitan pada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (22/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Konjen Australia di Surabaya, Christ Barnes akan mengakhiri masa tugasnya akhir pekan depan.

Untuk itu, Kamis (22/4/2021) siang, sosok pejabat Konsul Jenderal (Konjen) Australia yang pertama di Surabaya itu bertandang ke Gedung Negara Grahadi untuk berpamitan pada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Meski begitu, ia menjamin bahwa program-program yang telah dijalankan di Jatim dengan kerjasama Australia akan terus dilakukan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Khofifah usai pertemuan tersebut. Menurutnya, banyak program-program kerja sama dengan Australia yang sudah dilakukan maupun yang akan datang.

Beberapa program yang mendapat support dari Australia, antara lain, MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan).

“Program ini bertujuan agar perempuan miskin memiliki cukup akses dan sumber daya untuk dapat menjangkau berbagai program Pemerintah. Itu yang melakukan pendampingan untuk perempuan kurang mampu," kata Khofifah.

Selain itu ada juga prgram lainnya yaitu adalah KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan). Tujuan program ini adalah mencapai target mengurangi tingkat kemiskinan dan mengatasi kesenjangan.

Tak ketinggalan juga ada program PRISMA, yang menyediakan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk kemakmuran rumah tangga petani kecil di Indonesia.

"Prisma itu untuk akses market, membantu supaya bisa menembus pasar pasar modern dari pasar tradisional," ucapnya.

Tak sampai disana, dalam satu bulan ke depan juga akan diluncurkan program baru antara Jatim dengan support dari Australia, yaitu Katalis.

Program ini, dikatakan Khofifah, akan menjadi katalisator untuk hubungan ekonomi perdagangan, dan termasuk investasi antara Indonesia Australi. Dan peluncurannya di Surabaya.

“Kalau tidak ada halangan insya Allah program ini dimulai bulan ini. Jadi hubungan dagang Jawa Timur dan Australi ini kan terbatas terutama yang dari Jawa Timur ke Australia," ucapnya.

Pasalnya, perdagangan dari Australia ke Jawa Timur impor cukup masif dengan komoditas terbanyak adalah daging. Namun sayangnya komoditas dari Jatim yang dikirim ke Australia masih belum banyak.

Untuk itu, Khofifah berharap, dengan adanya program tersebut mampu mengungkit investasi maupun perdagangan antara Jatim dengan Australia.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved