Breaking News:

Pemprov Jatim

Khofifah Antisipasi Kepulangan 14.000 Pekerja Migran Asal Jatim, Pastikan Mereka Bukan Pemudik

Pemprov Jawa Timur melakukan rakor terkait persiapan mudik dan Idul Fitri  2021, termasuk terkait kepulangan 14.000 pekerja migran asal jatim.

surya.co.id/fatimatuz zahro
Suasana rakor terkait persiapan mudik dan Idul Fitri 1442 H secara virtual dengan bupati walikota se-Jatim dipimpin Gubernur Khofifah, Kamis (22/4/202). Rakor ini juga membahas terkati antisipasi kepulang 14.000 pekerja migran asal Jatim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemprov Jawa Timur melakukan rakor terkait persiapan mudik dan Idul Fitri  2021  secara virtual dengan bupati walikota se-Jatim, Kamis (22/4/202). 

Dipimpin langsung  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, rakor tersebut mengkoordinasikan mulai penyekatan hingga persiapan kepulangan 14.000 pekerja migran.

“Kita membrikdwon hasil rapat kemarin. Untuk bupati walikota kan akan ada tujuh titik penyekatan.

Lalu ada rayonisasi sebanyak 8 rayon, maka bupati walikota seluruhnya harus terkonfirmasi,” kata Khofifah. 

Tidak hanya itu, Khofifah juga mengkoordinasikan tentang pemulangan santri yang akan dilakukan tanggal 25 April 2021.

Para santri akan dibutuhkan surat pengantar, sehingga wali santri tidak akan risau menyambut kepulangan mereka.

“Selain itu kita sudah perlu mengkoordinasikan tentang pulangnya tenaga migran asal Jatim.

Yang terkonfirmasi akan pulang ada sebanyak 14.000 orang, ini jumlah yang sangat besar, sebab tahun lalu 2.100 orang,” tegasnya.

Jumlah pekerja migran itu perkiraan akan datang selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2021.

Namun, Khofifah memastikan bahwa mereka ini bukan mudik melainkan pekerja yang telah habis atau putus kontraknya. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved