Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Ketua TP PKK Jatim Tekankan Pentingnya Efektivitas Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Remaja

Pentingnya pemberian edukasi terkait reproduksi dan pola komunikasi orang tua dengan anak remaja harus terus digaungkan.

Humas Pemprov Jatim
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak saat membuka Workshop Program 1001 Cara Bicara yang diinisiasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov Jatim di Hotel Dafam, Surabaya, Kamis (22/4/2021). 

"Sedangkan kita tidak bisa membatasi anak kita untuk tidak boleh berselancar di dunia maya. Oleh karenanya, pentingnya edukasi dari dalam (keluarga) harus ditingkatkan. Apalagi jika punya anak perempuan, penting sekali untuk diberikan edukasi soal reproduksi. Karena sangat memungkinkan zaman ini anak-anak kita memperoleh ilmu tentang reproduksi dengan sangat mudah di internet," imbaunya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jatim, Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, generasi remaja sekarang merupakan generasi yang sangat kritis, bebas dan mandiri.

Tentunya, pembentukan karakter remaja juga bergantung pada pola asuh orang tua mereka.

"Kalau orang tua menganut pola permisif, maka anak akan diberikan kebebasan sehingga tidak terkendali. Namun, secara teori idealnya pola pengasuhan authoritatif ini yang ideal. Dengan memberikan kebebasan tapi juga tetap ada batasan. Sehingga anak-anak tidak keluar dari koridornya," jelas Teguh.

Menurut data BPS Jatim, sebanyak 71,65 persen penduduk Jatim masih berada di usia produktif (15-64 tahun). Sehingga posisi Jatim masih dalam masa bonus demografi. Oleh karena itu, menurut Teguh, salah satu hal yang paling penting adalah kemampuan orang tua untuk mendengar aktif.

"Merespon anak ketika curhat melalui gesture begitu bisa tergolong kemampuan mendengar orang tua sudah aktif. Jangan dikira meskipun hasil survey menunjukkan anak remaja lebih sering curhat ke temannya, anak kita ini sebetulnya sangat ingin curhat dengan orang tuanya utamanya soal reproduksi. Namun karena adanya gap, seringkali relasi tersebut gagal terbangun," katanya.

Teguh juga menyampaikan, kegiatan ini penting untuk menghindari kegagalan relasi karena adanya jarak.

"Pertemuan inilah yang dirasa penting oleh BKKBN yang bekerja sama dengan John Hopkins Center For Communication Programs (JHCCP). Harapannya dari kegiatan ini tidak selesai sampai disini. Ada tindak lanjut di lapangan langsung. Fasilitator membina BKR (Bina Keluarga Remaja). BKR membina keluarga nantinya pola-pola yang sudah dipelajari hari ini bisa sampai ke keluarga yang memiliki anak remaja maupun remaja itu sendiri," katanya.

Menurut Teguh, acara ini dilakukan dalam 3 tahap di 3 tempat. Pertama pada 19-21 April 2021 di Jember. Kdua, 22-24 April 2021 di Surabaya, serta ketiga 26-28 April 2021 di Madiun dengan peserta sebanyak 130 orang dari seluruh Kab/Kota se Jatim. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved