Breaking News:

Berita Tuban

Hoax BPUM UMKM Tak Diambil Tiga Hari Hangus, Ini Penjelasan BNI Tuban

Pemerintah telah menggelontorkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku UMKM

surya.co.id/m sudarsono
Kepala Cabang BNI Tuban, Eri Prihartono, saat menjelaskan proses BPUM Rabu (21/4/2021). 

SURYA.CO.ID, TUBAN - Pemerintah telah menggelontorkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Pihak bank penyalur dalam hal ini Bank BNI, meminta masyarakat tak percaya hoax apabila BPUM tak diproses dalam tiga hari maka hangus.

Padahal, sesuai Permenkeu batasnya hingga Juni 2021.

"Kami minta masyarakat jangan percaya hoax itu, dan nominal yang diterima Rp 1,2 juta, bukan Rp 2,4 juta," kata Kepala Cabang BNI Tuban, Eri Prihartono, Rabu (21/4/2021).

Dia menjelaskan, atas santernya kabar hoax itu masyarakat jadi berbondong-bondong ke kantor cabang dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19.

Dengan jumlah penerima BPUM yang dicover BNI Tuban sejumlah 19.592, maka prosesnya akan disebar di 20 kecamatan.

Targetnya sehari tiga titik sehingga bisa memproses rata-rata 1500 BPUM.

Baca juga: Pasar Bandeng di 10 Lokasi Kabupaten Gresik, Kontes dan Lelang Digelar Secara Virtual

Baca juga: Petugas Masih Temukan Kaleng Kemasan Makanan Penyok di Swalayan Kota Blitar

Baca juga: Peringatan Hari Kartini, Polwan Polres Kediri Kota Bersih-bersih Jembatan Lama

Hingga sekarang penerima BPUM yang sudah terbuka blokirnya sejumlah 2.500, sisanya masih diverifikasi buka blokir.

"Baru 2500 BPUM yang sudah buka blokir, lainnya masih proses. Yang diblokir bantuan senilai Rp 1,2 juta," terangnya.

Ditambahkannya, pihak Bank berkewajiban mengecek bahwa penerima itu benar dibuktikan KTP dan KK, ATM, buku tabungan harus dibawa.

Kemudian ada formulir yang harus ditandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPJTM), itu diisi oleh penerima, lalu diverifikasi, setelah cocok saldo rekening senilai Rp 1,2 juta yang diblokir bisa dibuka.

Pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan proses buka blokir di 20 Kecamatan, ditargetkan sebelum lebaran sudah selesai.

"Target kami sebelum lebaran sudah selesai, harapannya saat proses di kecamatan penerima BPUM bisa mematuhi prokes," pungkasnya.

BACA BERITA TUBAN LAINNYA

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved