Breaking News:

Berita Lamongan

Bank Kalah Cepat, Pedagang Uang Jalanan di Lamongan Sudah Siap Pecahan Rp 75.000 sejak Awal Ramadhan

Namun ternyata ada pedagang yang bisa mendapatkan uang baru pecahan Rp 75.000, bahkan dalam jumlah luar biasa banyak.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Jasa penukaran uang baru sudah terlihat di sejumlah ruas jalan di Lamongan, Rabu (21/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kalau urusan mencuri start, pedagang penukaran uang jalanan memang lebih cepat dari bank. Saat bank-bank belum membuka layanan penukaran uang untuk Idul Fitri, sudah ada sejumlah pedagang uang jalanan bertebaran di sejumlah ruas jalan di Lamongan.

Dan yang mencengangkan, ternyata pedagang jasa penukaran uang eceran itu sudah siap dengan uang pecahan Rp 75.000. Padahal yang edisi khusus untuk commemorative HUT Kemerdekaan RI ke-75 itu, belum banyak beredar saat hari kedua puasa Ramadhan.

Keberadaan uang pecahan sejak hari kedua puasa itu juga dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, saat itu bank-bank belum membuka penukaran uang baru bagi masyarakat. Namun ternyata ada pedagang yang bisa mendapatkan uang baru pecahan Rp 75.000, bahkan dalam jumlah luar biasa banyak.

Tak hanya uang pecahan pada umumnya, para pedagang uang ini juga menyediakan uang versi baru Rp 75 ribu yang belum tersebar secara umum.

"Benar, ada ini pecahan uang baru Rp 75.000. Tetapi tukar kepada kami senilai Rp 85.000 ya, kami dapat dari bos kami. Karena kalau kami tukar sendiri di bank tidak boleh," ungkap Bairi, salah seorang pedagang penukaran uang, Rabu (21/4/2021).

Tetapi Bairi enggan menjelaskan bagaimana pedagang penukaran uang seperti dirinya bisa 'kulakan' uang pecahan Rp 75.000 sebanyak itu. Bairi hanya memaparkan bahwa ia dan rekan-rekan seprofesinya tahun ini membuka jasa penukaran lebih awal.

Alasannya, ia tidak mau merugi seperti tahun sebelumnya. "Sejak H+ 2 Ramadhan kemarin sudah buka, biasanya memang pertengahan Ramadhan. Tetapi kami start lebih awal biar tidak rugi seperti tahun lalu," ujar Bairi.

Dan untuk jasa penukaran, pedagang penukaran seperti Bairi memberlakukan ketentuan, di mana uang dari konsumen akan dikurangi 10 persen saat ditukarkan. "Saya sediakan uang pecahan kertas lengkap, mulai dari pecahan, Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 20.000, " bebernya.

Bairi menegaskan bahwa pekerjaan yang ia tekuni bersama dua temannya bukanlah usaha kecil. Karena ia juga tetap harus mengeluarkan modal awal hingga puluhan juta. "Kotornya bisa ratusan juta, tetapi modal awal ini sedikitnya Rp 60 juta yang kami keluarkan," akunya.

Dari pantauan SURYA, jasa penukaran uang memang sudah terlihat di Lamongan. Para 'pengusaha' penukaran uang baru itu tetap dipegang oleh orang-orang lama yang menyebar anak buah di jalur strategis di dalam kota.

Sementara masyarakat juga mulai menyerbu pada pedagang uang baru itu, seperti yang ada di Jalan Basuki Rahmat, Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Lamongrejo. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved