Breaking News:

Berita Surabaya

Sewa GBT Hampir Setengah Miliar per Hari, DPRD Perjuangkan Dispensasi untuk Persebaya

Mahfudz menilai sewa Rp 444 juta itu memberatkan. Apalagi Persebaya selaku penyewa selama ini sudah menyatakan keberatan.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Raperda mengenai besaran sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang direncanakan sekitar Rp 444 juta per hari, disoroti DPRD Surabaya. Ketua Pansus Raperda Retribusi Kekayaan Daerah, Mahfudz bahkan menegaskan siap menghadang regulasi yang di dalamnya mengatur besaran sewa hampir setengah miliar tersebut.

Mahfudz menilai sewa Rp 444 juta itu memberatkan. Apalagi Persebaya selaku penyewa selama ini sudah menyatakan keberatan. Besaran nilai sewa itu berlipat dari sebelumnya Rp 70 juta per hari. "Kenapa (sewa) satuannya per hari. Bukan per jam?" ujar Mahfudz, Selasa (20/4/2021).

Politisi PKB yang juga Sekretaris Komisi B itu menegaskan akan menghadang Raperda tersebut bersama rekan-rekannya di dewan. Sebab besaran nilai sewa itu teramat fantastis dan berlipat. Apalagi Perda lama masih di kisaran Rp 70 juta per hari.

Stadion GBT yang berada di Benowo, Surabaya Barat, memang saat ini sudah direnovasi. Stadion megah ini bakal menjadi venue Piala Dunia U-20. Dan seiring makin modern dan megahnya stadion, harga sewa stadion GBT juga menyesuaikan.

Mahfudz memahami harga sewa stadion yang menyesuaikan kondisi itu. Namun harus dipahami bahwa ada Persebaya yang merupakan klub ikonik di Kota Buaya ini. Dan Persebaya telah menjadikan GBT sebagai homebase mereka.

Mahfudz menyebut, angka Rp 100 juta per hari masih masuk akal. Tetapi kalau sewanya sampai empat ratusan juta tentu berat. Mahfudz bisa memahami keberatan Persebaya karena kemampuan klub untuk menyewa GBT memang di kisaran angka tersebut.

Mahfudz menegaskan akan mencari fomula yang tepat dalam pembahasan Raperda tersebut. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika Persebaya akan menjadi objek utama dengan memberi pengecualian bagi klub ini.

Selain satuan besaran sewa per pertandingan, juga regulasi sewa GBT akan diperjuangkan dalam satuan per jam seperti selama ini yaitu Rp 22 juta per jam. Per pertandingan biasanya lima jam. Belum termasuk sewa lapangan saat latihan.

"Sebenarnya ada kemungkinan Persebaya mendapatkan dispensasi. Asalkan terlebih dahulu mengajukan keberatan atas besaran sewa itu. Kami akan mencari formula yang paling tepat atas sewa GBT ini," tandas Mahfudz.

Pemkot Surabaya memang tengah mengajukan Raperda Retribusi Kekayaan Daerah untuk dibahas di DPRD. Pemkot menyesuaikan nilai GBT dengan kondisi dan situasi sekarang dan menyerahkan kepada tim appraisal independen untuk menentukan besaran sewa GBT.

Kemudian muncul usulan besaran sewa per hari senilai Rp 444 juta. Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Maria Ekawati Rahayu menandaskan bahwa nilai itu bukan dari pemkot. tetapi dari tim appraisal.

Maria menambahka bahwa pemkot tak mengintervensi apa pun. "Kalau diatur dalam Perda retribusi artinya ada mekanisme keringanan atau pengurangan. Tentu ada mekanisme pengurangan atau keringanan ini," kata Yayuk, sapaan Maria Ekawati Rahayu.

Sebagai penyelenggaraan pemerintahan termasuk penyusunan peraturan perundangan, pemkot tetap harus memperhatikan Azas Umum Pemerintahan Yang Baik. Salah satunya adalah azas persamaan bagi penyewa.

Sebab besaran itu berlaku untuk semua penyewa. Termasuk klub atau tim lain di luar Persebaya yang ingin menyewa. Selama ini dengan satuan per hari agar mudah penghitungan dan pengawasannya. ***

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved