Breaking News:

Polres Ponorogo

Rawan Kecelakaan, Satlantas Polres Ponorogo Tindak Kendaraan yang Kelebihan Muatan

Beberapa pelanggaran yang dilakukan adalah membawa pasir namun tidak menutupinya

Foto Istimewa Polres Ponorogo
Satlantas Polres Ponorogo Menindak Kendaraan yang Over Dimension and Over Load (ODOL) atau membawa barang yang melebihi muatan dan dimensi kendaraan. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Satlantas Polres Ponorogo melakukan penindakan terhadap puluhan kendaraan yang over dimension and over load (ODOL) atau membawa barang yang melebihi muatan dan dimensi kendaraan.

Menurut Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Aris Wibawa, selama sepekan melakukan patroli, pelanggar paling banyak adalah truk dengan 18 pelanggar lalu pikap dengan 4 pelanggar.

Beberapa pelanggaran yang dilakukan adalah membawa pasir namun tidak menutupinya menggunakan terpal sehingga bisa membahayakan pengendara lainnya terutama yang ada di belakangnya.

"Ada lagi yang memuat kayu dalam jumlah banyak sehingga over load. Kayu tersebut menjulang tinggi dan jika kendaraan berubah arah atau belok rawan terjadi kecelakaan," kata Aris, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Gelar Patroli Senyap, Polisi Lumajang Sita Sepuluh Sepeda Motor yang Dipakai Balap Liar

Baca juga: Pelaksanaan PPKM Mikro Tahap Kelima Efektif Kendalikan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Ada Tiga Titik Penyekatan di Wilayah Kabupaten Bojonegoro

Ada juga truk yang memuat merang atau merambut yang terlalu tinggi dan membahayakan.

"Itu bisa menyangkut kabel listrik, membahayakan kabel telpon, rawan terguling juga ketika bermanuver," ucap Aris.

Penindakan tersebut dilakukan saat Satlantas Polres Ponorogo melakukan patroli keliling.

"Kita hunting. Ketika ada yang melanggar kita periksa dan tindak di tempat. Seperti dump truk pasir kita tindak di daerah Jenangan, dan jalan Ponorogo-Siman," jelasnya.

Mayoritas alasan para pelanggar memuat barang yang melebihi kapasitas adalah untuk menghemat biaya transportasi.

"Namun tetap kita imbau, setiap kendaraan sudah ada kemampuannya, pengusaha atau pengemudi untuk memperhatikan faktor tersebut," terang Aris.

Menurut Aris jika kendaraan membawa barang yang melebihi muatan akan rawan terjadi kecelakaan baik bagi pelanggar maupun pengendara yang lain.

"Bisa terguling, rem blong waktu di tanjakan dan turunan, atau bisa juga suspensinya patah," pungkasnya.

BACA BERITA PONOROGO LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved