Breaking News:

Berita Blitar

Polhut Blitar Tercengang, Lokasi Pencurian Delapan Pohon Jati Sangat Ekstrem

Polisi Hutan (Polhut) menemukannya hanya 5 KM dari lokasi pencurian sebelumnya.

surya/imam taufiq
Wakil Adm Perhutani, Ivan Cahyo (berjaket dengan kaos putih), langsung turun setelah mendapatkan laporan adanya pencurian kayu hutan, Senin (19/4/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Perhutani Blitar dituntut semakin jeli memperkirakan pergerakan pelaku pencurian kayu di kawasan hutan yang berada dalam pengawasannya.

Setelah penangkapan pencuri dan penadah kayu sebelumnya, pencurian kayu jati kembali terjadi di hutan Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Senin (19/4/2021) malam, yang lokasinya bikin ngeri.

Bagaimana tidak, dalam pencarian lokasi pencurian delapan pohon jati malam itu, petugas Polisi Hutan (Polhut) menemukannya hanya 5 KM dari lokasi pencurian sebelumnya. Dan delapan pohon jati yang dicuri itu berada di tebing terjal dengan kemiringan ekstrem.

Selain itu lokasinya cukup jauh dari pinggiran hutan. Ditambah medan jalan dalam hutan sulit sehingga petugas agak lama menjangkaunya. Dengan kemiringan lereng securam itu, tidak sembarang orang bisa menjangkau kemudian masih sempat menebangi pohon,

"Pencurian itu diketahui pertama kali oleh warga, Senin (19/4) pagi. Setelah mendapat laporan, kami langsung mengerahkan petugas untuk mengeceknya dan memang ada pencurian," kata Ivan Cahyo, wakil Adm Perhutani Blitar, Selasa (20/4/2021).

Ivan pun kaget karena lokasi pencurian berada di tebing yang kemiringannya sangat terjal. Melihat medannya yang sulit dijangkau dengan kendaraan apapun, pelakunya diperkirakan paham kalau petugas polhut tidak mungkin menjangkaunya.

Jika melihat medannya yang sesulit itu, lanjut Ivan, sepertinya pelakunya bukan orang jauh namun orang yang sering keluar masuk hutan.

"Makanya, kami akan menyelidikan, kayu curian yang dibawa kabur ke mana. Apakah sudah dijual atau masih disimpan, itu akan kami cari terlebih dulu," paparnya.

Setelah mempelajari medannya yang cukup sulit itu, diperkirakan pelakunya bukan satu orang. Dan pelaku membawa sepeda motor yang sudah dimodifikasi seperti trail untuk membawa kabur kayu curiannya.

"Kami akan bekerja sama dengan warga dan perangkat desa, untuk mencari pelakunya," pungkasnya. ****

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved