Breaking News:

Berita Kediri

Pelaku Aksi Manusia Silver di Kota Kediri Lebih Dari Satu Orang, Jadi TO Satpol PP

Aksi manusia silver di Kota Kediri telah melanggar Perda No 1 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Satu manusia silver yang beraksi di Kota Kediri pernah terjaring razia petugas Satpol PP dibawa ke Kantor Dinas Sosial. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pelaku manusia silver yang sering ditemui di sejumlah titik jalan Kota Kediri ternyata jumlahnya lebih dari satu orang.

Mereka mengecat sekujur tubuhnya mulai rambut sampai ujung kuku dengan warna silver dan beraksi teatrikal di perempatan jalan Kota Kediri.

Informasi yang dihimpun awak media, Selasa (20/4/2021), tempat favorit manusia silver beraksi di antaranya, Perempatan Reco Pentung, Perempatan Baruna dan Perempatan Bandar yang ramai arus lalu lintasnya.

Di setiap titik yang biasa menjadi tempat beraksi mengamen, manusia silver mengedarkan kotak amal sumbangan berdalih mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Modus yang dilakukan manusia silver lainnya juga sama, membawa kotak sumbangan yang diedarkan masyarakat yang berhenti menunggu lampu merah.

Sementara, terkait aksi manusia silver yang mengamen di Kota Kediri telah mendapatkan atensi dari petugas patroli Satpol PP Kota Kediri.

Sekretaris Satpol-PP Kota Kediri, Nur Khamid saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas telah memantau aksi manusia silver dan menjadi salah satu target operasi penertiban.

Karena beberapa kali upaya melakukan penertiban ulah manusia silver, ternyata saat petugas datang, pelaku sudah keburu pergi.

"Sampai saat ini manusia silver jadi target operasi (TO) anggota kami. Di Kota Kediri ada beberapa titik lokasi saat mereka meminta -minta," jelas Nur Khamid, Selasa (20/4/2021).

Nur Khamid juga menegaskan, aksi manusia silver telah melanggar Perda No 1 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Diungkapkan Nur Khamid, dari keterangan satu manusia silver yang pernah terjaring razia, dalam beberapa jam beraksi bisa mendapatkan uang ratusan ribu.

"Aksinya telah membuat resah masyarakat," ungkapnya.

Nur Khamid juga menyampaikan awal bulan Maret lalu, petugas pernah menjaring satu manusia silver di Perempatan Bandar.

Sehingga petugas sudah pernah mengambil tindakan karena aksinya telah mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum.

Manusia silver yang pernah terjaring razia petugas ternyata berasal dari luar Kota Kediri.

Besar kemungkinan manusia silver lainnya merupakan teman atau koleganya yang juga berasal dari luar kota.

Identitas manusia silver yang pernah terjaring razia bernama Imam Teguh (39) warga Dusun Penanggal, Desa Gunung Gending, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Petugas telah membawa manusia silver yang terjaring razia diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kota Kediri guna proses lebih lanjut dipulangkan ke daerah asalnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved