Breaking News:

Mencari Pria Pengaku Nabi ke-26 di Berlin Jerman, Joseph Paul Zhang Diancam 5 Tahun Kurungan Penjara

Polri sedang mencari keberadaan Joseph Paul Zhang yang mengaku nabi ke-26 di Berlin, Jerman setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penodaan agama

Tangkapan layar YouTube
Memburu Joseph Paul Zhang di Berlin Jerman. Polisi telah menetapkan dia sebagai tersangka dugaan penodaan agama. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Polri sedang mencari keberadaan pria yang mengaku nabi ke-26 di Berlin, Jerman setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penodaan agama.

Ya, Joseph Paul Zhang yang tak lama ini menhbeohkan jagat maya dan melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW serta umat Islam, teracam kurungan 5 tahun di dalam penjara.

Yang lebih menghebohkan lagi, Joseph Paul Zhang menantang siapapun yang melaporkannya ke polisi atas pengakuannya tersebut, bakal diberi uang Rp 1 juta.

Kini, polisi menerima banyak laporan terhadap Joseph Paul Zhang atas penghinaan terhadap agama melalui channel Youtubenya. 

Baca juga: Siapa Joseph Paul Zhang? Mengaku Nabi ke-26 dan Janji Beri Uang Rp 1 Juta Bagi Pelapor ke Polisi

Baca juga: Kebohongan Joseph Paul Zhang Terbongkar, Polri Tetapkan Dia Tersangka dan DPO, Ini 3 Fakta Terbaru

Joseph bakal dikenai pasal berlapis. Yakni, pasal 156 A KUHP tentang penodaan agama, dan pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE.

Joseph Paul Zhang yang ngaku Nabi ke-15 akhirnya terdeteksi.
Joseph Paul Zhang yang ngaku Nabi ke-15 akhirnya terdeteksi. (youtube)

"Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, dalam hal ini penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri menetapkan 2 pasal sekaligus terhadap tersangka."

"Yaitu pasal 156 A KUHP tentang penodaan agama, dan pasal 28 ayat (2) UU ITE, dengan ancaman 5 tahun penjara," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Untuk menangkap Joseph Paul Zhang diperkirakan berada di Jerman, Polri sedang koordinasi dengan KBRI di Berlin dan bakal mengeluarkan red notice untuk diajukan ke interpol. 

"Tentunya sudah ada koordinasi antara atase Polri di KBRI Berlin dengan kepolisian setempat, tentunya harus ada dasar."

"Dasar itu lebih dikuatkan nanti dengan adanya red notice."

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved