Breaking News:

Berita Madiun

Kesalahan Petani dalam Pemupukan, Tiga Tahun Lagi 'Surga Porang' di Madiun Terancam Hancur

Padahal selain dapat merusak unsur hara dalam tanah, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat merusak kualitas tanaman porang.

surya/rahardian bagus p
Yayasan Masyarakat Porang Indonesia (YMPI) melakukan pendampingan terhadap petani porang di Madiun. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Porang alias iles-iles, atau yang memiliki nama latin Amorphophallus Muelleri saat ini menjadi komoditas ekspor yang sedang populer di dunia. Di Kabupaten Madiun yang kini menjadi sentra perkebunan porang, terbentang lebih dari 1.000 hektare tanaman porang.

Para petani di Madiun pun banyak yang mulai tertarik menanam porang di lahan kosong mereka, di bawah tegakan. Namun, sayangnya, masih banyak petani yang menggunakan pupuk kimia untuk tanaman porang mereka.

Padahal selain dapat merusak unsur hara dalam tanah, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat merusak kualitas tanaman porang. Hal itu disampaikan, Ketua Yayasan Masyarakat Porang Indonesia (YMPI) Jumanto.

Karena itu Jumanto dan rekan-rekannya yang tergabung dalam YMPI getol mengkampanyekan penggunaan pupuk organik. Menurut Jumanto, pemahaman ini penting diketahui para petani porang agar kualitas porang yang dihasilkan layak untuk diekspor.

“Porang kan identik dengan makanan sehat. Kalau pakai pupuk kimia, dikhawatirkan porang tidak laku di luar negeri. Padahal di dalam negeri, porang belum diproduksi secara maksimal. Tentunya juga dapat mempengaruhi harga jualnya,” kata Jumanto saat berbincang dengan SURYA, Selasa (20/4/2021).

Jumanto mwnuturkan, YMPI merupakan lembaga yang dua tahun terakhir mendampingi para petani di Madiun dan beberapa kabupaten di Jawa Timur dalam mengembangkan porang. Tidak hanya memberikan pelatihan terkait pengembangan porang, YMPI juga mengkampanyekan dan memberikan pelatihan penggunaan pupuk organik untuk tanaman porang.

Saat ini, lanjut Jumanto, terdapat sekitar 3.500 petani porang di Kabupaten Madiun yang didampingi YMPI. Ribuan petani porang di Kabupaten Madiun ini tersebar di 10 desa di Kecamatan Saradan, Dagangan, Dolopo, Gemarang, dan Kecamatan Kare.

Ia mengatakan, masih banyak petani porang yang menggunakan pupuk kimia dengan kadar tinggi. Para petani meyakini, penggunaan pupuk kimia bisa memaksimalkan hasil panen porang.

Minimnya pemahaman para petani tentang dampak negatif pupuk kimia terhadap tanaman porang, akan merugikan mereka sendiri. Apabila penggunaan pupuk kimia untuk porang tidak segera dihentikan, nasib porang diprediksi hanya akan bertahan dua hingga tiga tahun saja.

“Kalau penggunaan pupuk kimia sangat tinggi, tentu dalam waktu dua hingga tahun, kualitas porang akan rusak,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved