Breaking News:

Kopassus

Jenderal Andika Perkasa Perintahkan 4 Jenderal TNI AD Usut Kasus Prajurit Kopassus Dikeroyok 7 Orang

Empat jenderal TNI AD diperintahkan Jenderal Andika Perkasa selaku KSAD mengusut kasus prajurit Kopassus, Serda DB dikeroyok 7 orang pagi hari.

Editor: Iksan Fauzi
Youtube TNI AD
Ilustrasi - Jenderal Andika Perkasa saat menjelaskan tentang meriam Astros. Menantu Hendropriyono ini memerintahkan 4 jenderal TNI AD mengusut kasus pengeroyokan terhadap prajurit Kopasus dan Brimob. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Empat jenderal TNI AD diperintahkan Jenderal Andika Perkasa selaku Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mengusut kasus prajurit Kopassus, Serda DB dikeroyok 7 orang.

Selain memerintahkan 4 jenderal TNI AD mengusut kasus tersebut, Jenderal Andika Perkasa juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengejar pelaku. 

"Intinya proses dikawal mulai dari Komandan Pusat Polisi Militer (AD), Asisten Intelijen KSAD, Dirkumad, kemudian yang di bawah ditangani langsung oleh Pangdam Jaya.

Kita akan cari sejelas-jelasnya apa yang terjadi," kata Jenderal Andika Perkasa saat konferensi pers di Markas Pomdam Jaya Jakarta pada Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Cerita Tragis Prajurit TNI Kritis & Brimob Tewas Dikeroyok 7 Orang, Sudah Tersungkur Masih Ditendang

Tragis, seorang prajurit TNI kritis dan satu anggota Brimob tewas dikeroyok 7 orang. Mereka sudah tersungkur ke tanah, namun masih ditendang dan dipukuli.
Tragis, seorang prajurit TNI kritis dan satu anggota Brimob tewas dikeroyok 7 orang. Mereka sudah tersungkur ke tanah, namun masih ditendang dan dipukuli. (Tangkapan CCTV)

Menantu Hendropriyono itu menegaskan secara internal masih mendalami terkait keberadaan prajurit Kopassus tersebut di lokasi dan waktu kejadian.

"Kita harus jujur, prajurit kita ini ngapain di situ. Kok berada di situ, jam segitu ngapain dan itu yang sedang kita dalami," kata Andika.

Menurut Andika dilihat dari waktunya, jam dimana prajurit tersebut ditemukan sudah terluka bukanlah jam yang normal seorang prajurit berada di lokasi tersebut.

Untuk itu, kata dia, kegiatan apapun yang dilakukan oleh prajurit tersebut harus dihentikan.

"Oleh karena itu ini harus dihentikan. Tidak boleh ini dilakukan karena memang tidak ada hubungannya dengan tugas pokok kami," kata Andika.

Siapa 4 jenderal TNI AD yang ditugaskan Jenderal Andika Perkasa mengusut kasus ini?

Mereka adalah Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Asisten Intelijen KSAD, Pangdam Jaya, dan Direktur Hukum TNI Angkatan Darat (Dirkumad).

Para jenderal bintang tiga hingga bintang satu tersebut ditugaskan untuk mencari kejelasan terhadap peristiwa tersebut.

1 Brimob tewas dan 1 prajurit TNI kritis

Sebelumnya, cerita tragis prajurit TNI kritis dan seorang anggota Brimob tewas setelah dikeroyok 7 orang tak dikenal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan viral dalam video berdurasi 2.34 menit.

Dalam video itu, tampak korban sudah tersungkur ke tanah.

Namun, gerombolan orang yang mengeroyok tetap menendang dan memukuli korban. 

Informasi yang didapatkan reporter WartaKota (grup SURYA.co.id), dari 7 orang yang sebelumnya terdeteksi di rekaman circuit closed television ( CCTV), 5 orang di antaranya sudah ditangkap.

Dua orang lainnya saat ini masih buron dan diharapkan mereka menyerahkan diri kepada polisi setempat. 

Peristiwa memilukan itu berlangsung pada Minggu (18/4/2021) di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Akun Instagram @infokomando mengunggah video pengeroyokan prajurit TNI dan Brimob pada Minggu (18/4/2021). Video berdurasi 2.34 menit itu langsung viral.

Tampak dalam video itu, kerumunan beberapa orang yang sedang melakukan pengeroyokan.

Pengeroyokan dilakukan di sebuah ruas jalan di depan pertokoan.

Seorang yang tersungkur di jalan beberapa kali dipukuli dan ditendang.

Kemudian beberapa orang mengendarai sepeda motor.

Diberitakan sebelumnya, dua orang anggota aparat keamanan menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang diperkirakan berjumlah 7 orang, Minggu (18/4/2021) pagi.

Kedua korban adalah anggota polisi pada satuan Brigade Mobil ( Brimob), Bhayangkara Satu (Bharatu) YSB, dan satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Sersan Dua (Serda) DB.

Anggota Brimob Bharatu YSB meninggal dunia. Adapun prajurit TNI Serda DB mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam pengeroyok.

Bharatu YSB sempat dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan pukul 07.30 WIB.

Namun nyawanya tak tertolong karena kehabisan darah. Anggota polisi korban pengeroyokan itu dinyatakan meninggal pada pukul 07.41 WIB.

Sementara Serda DB dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat.

Ia mendapat perawatan intensif karena luka pada lengan kanan dan paha kanan, akibat luka senjata tajam.

Kolonel Ucu belum bisa memastikan kronologi kejadian yang mengakibatkan seorang anggota Polri meninggal dunia dan satu anggota TNI terluka.

"Kronologinya masih dalam penyelidikan Polres Jaksel dan Pomdam Jaya karena tadi pagi kita hanya menemukan korban saja," kata Ucu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Ucu juga belum mengetahui siapa para pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban tersebut.

Pihak TNI bersama polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Memang betul dari pihak TNI juga jadi korban," ujar Ucu.

Anggota Brimob kehabisan darah

Sebelumnya, rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik pengeroyokan orang tidak dikenal terhadap dua orang.

Video rekaman pengeroyokan itu viral setelah diunggah ke media sosial oleh akun Instagram @cetul.22.

Dalam unggahan, disebutkan peristiwa pengeroyokan itu terjadi di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (18/4/2021) pagi.

Kedua korban diketahui ditemukan dalam kondisi sudah tergeletak di pinggir Jalan Falatehan Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, oleh saksi bernama Donatus dan Ester.

Setelah itu, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan sampai di lokasi pukul 07.30 WIB. Pada pukul 07.41 WIB, korban Bharatu YSB dilaporkan meninggal dunia.

Menurut informasinya, korban meninggal karena kehabisan darah akibat luka benda tajam yang melukai lengan dan paha kanan korban.

Informasi soal peristiwa ini juga disiarkan oleh akun instagram @infokomando.

Akun tersebut menampilkan sebuah rekaman video CCTV pengeroyokan anggota TNI dan Polri oleh tujuh pemuda di Obama Cafe, Kebayoran Baru.

Dikutip dari laman Kompas.tv, pada pukul 08.30 WIB, polisi menerima informasi dari satpam RSPP bernama Usman, ada korban meninggal dunia karena luka di tangan dan paha.

Mendapat informasi itu, pihak kepolisian dipimpin Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Supriyanto mendatangi RSPP untuk memastikannya.

Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB giliran Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah, yang tiba di RSPP.

Dandim 0504/Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana, menuturkan kejadian pengeroyokan telah ditangani Pomdam Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudihartono membenarkan peristiwa tersebut.

Namun ia mengaku belum mengetahui detail kronologis peristiwa itu.

“info, kejadiannya sih benar. Cuma persisnya seperti apa, saya belum dapat informasinya.

Tadi lihat foto yang meninggal, tapi kronologinya seperti apa saja juga belum tahu.

Yang pasti, karena tindak kriminal sudah ditangani polsek dan polres,” kata Tomy, saat dikonfirmasi Warta Kota, Minggu malam. (WartaKota/Tribunnews.com)

Baca berita lainnya terkait prajurit TNI dan Brimob dikeroyok 7 orang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved