Breaking News:

Berita Trenggalek

Di Kabupaten Trenggalek, Sebagian Alokasi Gaji Pegawai Dipakai untuk Refocusing Covid-19

Rencana mengalihkan sebagian alokasi gaji pegawai ini diambil karena TAPD merasa susah menggali plot anggaran lain

surya.co.id/aflahul abidin
Rapat antara TAPD dan Banggar Kabupaten Trenggalek, Selasa (20/4/2021). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Trenggalek berencana memakai sebagian alokasi gaji pegawai untuk slot refocusing penanganan Covid-19.

Rencana itu muncul dalam rapat antara TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Trenggalek di Gedung Dewan setempat, Selasa (20/4/2021).

Rencana mengalihkan sebagian alokasi gaji pegawai ini diambil karena TAPD merasa susah menggali plot anggaran lain untuk refocusing yang ditargetkan nilai totalnya Rp 105 miliar.

Ketua TAPD Kabupaten Trenggalek Joko Irianto mengatakan, pengalihan anggaran itu tak akan berpengaruh kepada skema penggajian para pegawai.

“Jadi gini. Rencananya, gaji yang full satu tahun itu untuk sementara kami ambil sekian. Nanti di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) kami sesuaikan lagi,” kata Joko.

Berdasarkan rencana sementara, plot anggaran gaji pegawai yang akan dialihkan untuk penanganan Covid-19 adalah anggaran untuk gaji Oktober-Desember.

“Kami ambil tiga bulan terakhir di tahun ini. Nanti kami kembalikan saat PAK,” ucapnya.

Baca juga: Alumni Akuntansi Universitas Surabaya Bagikan Pengalaman Bekerja di Luar Negeri

Baca juga: DPMPTSP Kabupaten Bangkalan Ingatkan Pelaku Usaha Penuhi Komitmen Perizinan Berusaha

Baca juga: Takut Tak Bisa Pulang Kampung Saat Lebaran, Belasan TKI Asal Lamongan Curi Start Mudik Lebih Awal

Pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek itu berharap, anggaran refocusing yang disiapkan untuk penanganan Covid-19 tidak terpakai seluruhnya.

Sehingga, proses pengembalian anggaran plot gaji pegawai dapat berjalan tanpa hambatan.

“Kan anggaran ini hanya untuk kita berjaga-jaga. Harapan kami tidak semua terpakai. Covid akan sembuh sehingga tidak ada penggunaan anggaran yang maksimal,” tutur dia.

Ketua Banggar DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa anggaran yang diambil untuk direfocusing dari tiap dinas sudah sesuai dengan kebutuhan.

“Teman-teman di Banggar khawatir ketika itu urgent di OPD dan mendesak dilaksanakan, tapi terpangkas untuk refocusing. Jadi biar ada prioritas mana yang dipangkas mana yang tidak berdasarkan tingkat kebutuhan,” sambungnya.

Penelaahan data anggaran ini pula yang membuat pembasan refocusing anggaran masih belum rampung.

BACA BERITA TRENGGALEK LAINNYA

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved