Breaking News:

SKK Migas

Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Nasional dan Daerah

Sektor migas tidak hanya menjadi revenue generator, namun juga harus menjadi penggerak roda perekonomian di tingkat nasional hingga daerah.

surya.co.id/sugiyono
DISKUSI ONLINE - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat pembukaan diskusi online tentang dana bagi hasil (DBH) migas, Selasa (20/4/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK - Dana bagi hasil (DBH) migas diharapkan bisa meningkatkan perekonomian daerah.

Pasalnya sektor migas tidak hanya menjadi revenue generator, namun juga harus menjadi penggerak roda perekonomian di tingkat nasional hingga daerah.

Hal ini ditegaskan Kepala Satuan Kerja Khusus  Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetipto dalam diskusi online terkait dana bagi hasil (DBH) Migas, Selasa (20/4/2021). 

Diskusi daring tersebut melibatkan sejumlah kepala daerah. 

Sebagai penggerak ekonomi daerah, Dwi  Soetjipto lalu mencontohkan bahwa SKK Migas telah berkontribusi berupa dana bagi hasil, pajak daerah, retribusi daerah, dan program-program CSR.

"Termasuk ada bisnis penyediaan barang, jasa lokal, penyerapan tenaga kerja lokal, pasokan gas untuk listrik, industri dan masyarakat," kata Dwi  Soetjipto. 

Lebih lanjut Dwi Soetjipto mencohkan,  pengembangan lapangan ekplorasi di Banyu Urip, Bajonegoro, melibatkan 18.000 pekerja, 460 sub kontraktor dan meningkatkan jasa pendukung perekonomian.

Seperti,  jasa hotel, rumah makan, tranportasi dan home industri. 

"Proyek ini berkontribusi Rp 2,18 triliun  bagi pemerintah Bojonegoro. Mulai dari lokal vendor, material dan tenaga kerja.

Sehingga berdasarkan data di BPS ekonomi Bojonegoro, ada kenaikan ekonomi 19,47 persen pada 2019," imbuhnya. 

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved