Breaking News:

Berita Situbondo

Pasar Ramadhan Situbondo Sepi Pengunjung, Pedagang Rasakan Omzet Merosot 50 Persen

Salah seorang pedagang, Saleh mengatakan, akibat sepinya pembeli, omzet penjualannya menurun drastis hingga 50 persen

surya/izi hartono
Para pedagang di Pasar Mimbaan Situbondo melayani pembeli. Pasar Ramadhan yang diadakan di kawasan itu tidak seramai tahun lalu. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Penyelenggaraan pasar Ramadhan setiap bulan puasa biasanya menjadi momen bagi para pedagang untuk mengais rezeki lebih. Tetapi itu belum dirasakan para pedagang Pasar Ramadhan di kawasan Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji Situbondo, yang malah mengeluhkan sepinya pengunjung, Senin (19/4/2021).

Selama pekan pertama bulan puasa ini, Pemkab Situbondo memang membuka areal di sekitar Pasar Mimbaan untuk lapak-lapak pedagang. Tujuannya agar bisa menyambut pembeli yang ingin berbelanja makanan, minuman atau pakaian di bulan Ramadhan.

Tetapi para pedagang mengaku keramaian yang terjadi tidak sesuai harapan. Bahkan suasana pasar Ramadhan itu berbeda dibandingkan tahun lalu.

Salah seorang pedagang, Saleh mengatakan, akibat sepinya pembeli, omzet penjualannya menurun drastis hingga 50 persen. "Pendapatan kita turun, setiap harinya paling banyak 50 persen," ujar Saleh saat ditemui di lapaknya , Senin (19/04/2021).

Menurutnya, situasi ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu di mana animo pengunjung sangat tinggi. Sejak awal Ramadhan, pasar dadakan sudah ramai. "Tetapi tidak tahun ini. Sekarang malah sepi pembeli. Apalagi saat malam hari, pasar Ramadhan ini malah makin sepi," katanya.

Dari pemantauan SURYA, tidak banyak lapak yang terisi di pasar Ramadhan itu. Hanya beberapa pedagang menempati lapak-lapak yang ada, dan masih ada belasan lapak yang kosong.

Saleh menjelaskan, memang banyak pedagang yang tidak mau berjualan di pasar Ramadhan karena mereka tidak mau rugi. "Buktinya, banyak lapak yang kosong," tukasnya.

Sementara Buhari, pedagang songkok mengatakan bahwa jumlah pedagang di pasar Ramadhan saat ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. "Biasa semua lapak sudah penuh, tetapi sekarang banyak yang kosong," kata Buhari.

Ia mengaku tidak bisa menentukan berapa pendapatannya sejauh ini karena pembelinya sangat sedikit. "Kadang pendapatan saya Rp 150.000 sampai Rp 200.000 saja," papar Buhari.

Penyebab sepinya pengunjung di pasar Ramadhan itu bisa karena masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Sehingga warga pun mencoba membatasi kerumunan, apalagi di pasar.

Meski begitu Buhari dan beberapa pedagang di pasar Ramadhan tetap berharap bahwa pengunjung akan semakin banyak ke depannya. Buhari memperkirakan, para pembeli mulai berdatangan sepekan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Biasanya pasar mulai ramai menjelang Lebaran, meski kami tidak tahu kalau tahun ini," pungkasnya. ****

Penulis: Izi Hartono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved