Breaking News:

KKB Papua

Anak-anak Korban Kekerasan Seksual KKB Papua, Ini Hasil Investigasi Satgas Nemangkawi di Beoga

Banyak anak-anak menjadi korban kekerasan seksual KKB Papua. Irjen Mathius D Fakhiri menyampaikan itu dari laporan investigasi Satgas Nemangkawi.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri (kanan) mengungkapkan, anak-anak menjadi korban kekerasan seksual KKB di Beoga, Papua . Hal itu berdasarkan laporan Satgas Nemangkawi yang sudah tiba di Beoga. Foto kiri : kondisi kebiadaban KKb Papua membakar sekolah dan rumah dinas guru serta kepala suku. 

Nyoman mengatakan, 10 orang tu pernah bergabung dengan KKB pimpinan POW.

Mereka telah mengikuti pelatihan militer di Markas OPM Soemalo.

"Kesepuluh orang tersebut juga mengakui bergabung dalam OPM karena diancam oleh POW dan dijanjikan akan memperoleh kehidupan yang lebih baik," kata dia.

Pada acara penyerahan diri tersebut, diserahkan juga barang bukti berupa satu handy talkie, sebuah charger handy talkie, dan satu rompi serbu yang pernah digunakan saat tergabung dalam KKB pimpinan POW.

KKB Papua tak akan bisa sembunyi

Irjen Mathius D Fakhiri memberi instruksi tegas setelah KKB Papua tembak mati 2 guru dan bakar rumah mereka. (dok.humas Polsek Beoga via Kompas.com/kompas.com)

Sementara itu, KKB Papua tak akan bisa sembunyi, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri dan Satgas Nemangkawi menerapkan strategi khusus.

Seperti diketahui, telah terjadi kasus pembunuhan dan pembakaran yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Aksi keji KKB Papua ini memakan korban warga sipil di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Saat ini evakuasi terhadap warga pendatang terus dilakukan, sejak tim Satgas Nemangkawi tiba di wilayah itu.

Irjen Mathius D Fakhiri berterima kasih kepada prajurit yang telah berusaha membuka jalan agar tim Satgas Nemangkawi mendarat di Beoga.

Selain evakuasi warga pendatang, tim di lapangan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan dan pembakaran.

Setelah itu, tim akan melakukan penindakan terhadap KKB Papua yang berulah dalam beberapa waktu terakhir di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Susun Rencana Menindak KKB di Puncak, Kapolda Papua: Kalau Mereka Bergeser, Kita Kejar'

"Kita sudah menyusun juga rencana lanjutan untuk penindakan terhadap KKB Papua yang ada di Beoga, kalau mereka bergeser kita akan lakukan pengejaran," kata Fakhiri di Jayapura, Kamis (15/4/2021).

Fakhiri menegaskan, pihaknya akan memutus mata rantai pergerakan KKB Papua.

"Kita akan memutus mata rantai mereka dalam melakukan aksi-aksi yang tidak berperikemanusiaan sehingga kita berharap situasi secara keseluruhan di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak bisa kita kendalikan," kata Fakhiri.

Masyarakat pendatang dievakuasi dari Distrik Beoga karena situasi yang kurang kondusif beberapa waktu terakhir.

Proses evakuasi terhadap warga pendatang telah dilakukan sejak Rabu (14/4/2021).

Fakhiri memastikan, evakuasi kembali dilakukan hari ini.

"Evakuasi tahap pertama kemarin 14 orang, hari ini saya dengar informasi (total) sudah 40 orang, termasuk pasokan logistik bisa sampai di Beoga," kata dia.

Situasi keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, tak kondusif setelah KKB Papua pimpinan Sabinus Waker diduga berulah di wilayah itu.

Awalnya, KKB Papua melakukan penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma, Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 09.30 WIT.  

Akibat penembakan itu, seorang guru SD Inpres Beoga Oktovianus Rayo tewas karena ditembak.

Pada sore harinya, KKB Papua membakar tiga ruang SMAN 1 Beoga.

KKB Papua kembali menembak seorang guru pada Jumat (9/4/2021). Dalam penembakan itu, guru SMPN 1 Beoga tewas karena luka di dada.

Masyarakat sempat melarikan Yonatan ke Puskesmas Beoga, tetapi tak bisa diselamatkan.

Proses evakuasi jenazah baru bisa dilakukan hari ini karena KKB Papua masih berada di Lapangan Terbang Beoga.

Setelah Pemkab Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB Papua, jenazah baru bisa dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021).

Lalu pada Minggu (11/4/2021) malam, KKB Papua kembali berulah dengan membakar sembilan ruang SMPN 1 Beoga.

KKB kembali membakar dua rumah guru yang telah mengungsi ke Mimika pada Selasa (13/4/2021).

Personel Brimob dan Raider 715 memukul mundur KKB Papua yang berada di ujung Lapangan Terbang Beoga pada Rabu (14/4/2021) siang.

Berkat upaya itu, pesawat yang ditumpangi Satgas Nemangkawi berhasil mendarat. (Kompascom/SURYA.co.id)

Baca berita lainnya terkait kekejaman KKB Papua

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved