Breaking News:

Berita Surabaya

Larangan Mudik Tak Membuat Penukaran Uang Baru Berkurang

BI Jatim menyebutkan bila Larangan mudik di Ramadan dan Lebaran 2021 ini tidak mengurangi permintaan penukaran uang baru.

sri handi lestari/surya.co.id
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah (dua dari kanan) saat hadir dalam acara yang digelar Sabtu (18/4/2021). 

Berita Surabaya
Reporter: Sri Handi Lestari
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI Jatim) menyebutkan bila Larangan mudik di Ramadan dan Lebaran 2021 ini tidak mengurangi permintaan penukaran uang baru.

Hal itu kembali ditegaskan Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, yang menyebutkan, permintaan tukar uang baru sudah mulai ada.

"Dan adanya larangan mudik tidak memberikan efek terhadap rendahnya masyarakat untuk menukarkan uang baru saat lebaran," kata Imam, di sela kegiatan Pelatihan Wartawan dengan tema Sinergi Mendukung Bangga Wisata Jawa Timur, Sabtu (17/4/2021) di Surabaya.

Lebih lanjut, Imam menyebutkan, pihaknya memberikan kebijakan, agar tidak melakukan penukaran uang secara langsung di masyarakat.

Tapi menyediakan layanan penukaran melalui perbankan.

Untuk ketersediaan, BI memproyeksikan kebutuhan uang baru dengan nominal Rp 2000 hingga Rp 20.000 senilai Rp 11,8 triliun.

Namun untuk seluruh nomimal, wilayah Jawa Timur diproyeksikan sebesar Rp 28,3 triliun.

Namun untuk tahun ini BI tidak menggelar penukaran uang kecil pecahan baru di masyarakat, sama seperti lebaran tahun lalu karena masih masa pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A Johansyah, menambahkan, larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah untuk Lebaran pada tahun ini diyakini tidak akan terlalu berimbas negatif pada perekonomian di Jatim.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved