Breaking News:

Berita Tulungagung

Kulakan Sabu dari Lapas, Mantan Penjual Pil Koplo di Tulungagung Ditangkap Usai Transaksi

Busik disergap personel Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (16/4/2021), setelah baru bertransaksi sabu.

Kulakan Sabu dari Lapas, Mantan Penjual Pil Koplo di Tulungagung Ditangkap Usai Transaksi
ilustrasi sabu-sabu
sabu-sabu

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Kejamnya penjara sepertinya tidak membuat HP alias Busik (32), mantan pengedar pil koplo jera. Sebaliknya, kejahatan warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman Tulungagung itu malah naik kelas, yaitu menjadi pengedar narkoba jenis sabu.

Busik disergap personel Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (16/4/2021), setelah baru bertransaksi sabu. “Ada informasi dari warga, bahwa di Desa Balerejo sering terjadi transaksi narkotika,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri sakti Saiful Hidayat, Minggu (18/4/2021).

Awalnya polisi yang mendapat informasi tentang adanya transaksi narkoba di wilayah itu melakukan penyelidikan. Dan mengidentifikasi pelaku peredaran narkoba itu adalah wajah lama, yaitu Busik. Setelah diintai cukup lama, polisi memastikan Busik baru melakukan transaksi pembelian narkoba.

Anggota Satreskoba Polres Tulungagung lalu menangkapnya di rumahnya pukul 06.00 WIB. “Petugas yang melakukan penangkapan mendapatkan barang bukti sabu dan juga double L,” ungkap Tri Sakti.

Barang bukti yang disita antara lain sabu seberat 4,05 gram. Narkotika berbentuk kristal ini ditemukan di dalam tiga pipet kaca, masing-masing 1,44 gram, 1,13 gram dan 1,48 gram.

Selain itu polisi juga menemukan pil double Lsebanyak 1.575 butir. “Yang lain ada uang tunai hasil penjualan pil double L, plastik klip bekas sabu-sabu serta ponsel yang dipakai transaksi,” sambung Tri Sakti.

Busik telah ditetapkan sebagai tersangka karena kepemilikan narkoba golongan satu dan pil double L. Dari hasil penyidikan diketahui, Busik mendapatkan sabu dan pil double L dari seorang pelaku di dalam Lapas.

Setiap kali Busik memesan, dedengkot narkoba di balik jeruji Lapas mengirimnya, dengan cara diranjau. Barang ditaruh di suatu tempat tersembunyi, lalu Busik diminta mengambilnya sendiri. Barang itu kemudian dikemas ulang dan dipasarkan oleh langsung Busik.

Dari catatan kepolisian, Busik diketahui pernah masuk penjara karena mengedarkan pil double L pada tahun 2012. “Kali ini tersangka dijerat dengan Undang-Undang narkotika karena kepemilikan sabu, dan Undang-undang Kesehatan karena kepemilikan pil double L,” pungkas Tri Saksi. ****

Penulis: David Yohanes
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved