Breaking News:

Berita Mojokerto

Kafe Mojopahit Kopi di Kota Mojokerto Disegel akibat Melanggar Prokes dan Diduga Belum Miliki Izin

Satpol PP menutup paksa kafe Mojopahit Kopi di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

surya.co.id/mohammad romadoni
Petugas Satpol PP menyegel kafe Mojopahit di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup paksa kafe Mojopahit Kopi di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Penutupan cafe tersebut lantaran pihak pengelola melanggar aturan yakni membiarkan dan menyebabkan kerumunan orang sehingga Protokol Kesehatan (Prokes) dalam situasi Pandemi Covid-19.

Petugas Satpol PP juga membubarkan gerombolan orang yang berkerumun di dalam kafe tersebut.

Selain itu, kafe Mojopahit Kopi disinyalir belum mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto namun tetap nekat kembali beroperasi.

Kabid Ketentraman dan Penertiban Umum Satpol Pol PP Kota Mojokerto, Fudi Harijanto  mengatakan pihaknya menindak tegas hingga menutup kafe Mojopahit Kopi karena mengabaikan Prokes yang menyebabkan kerumunan.

Apalagi, berdasarkan pengakuan masyarakat yang mengeluh banyak kerumunan di kafe Mojopahit.

"Jadi kafe Mojopahit melebihi kapasitas sehingga menyebabkan kerumunan dan melanggar Prokes," ungkapnya, Minggu (28/4/2021).

Fudi menyebut pihaknya memasang garis Satpol PP line sebagai tanda tempat nongkrong itu disegel untuk sementara waktu sampai ada petunjuk dari Dinas DPMPTSP terkait perizinan.

Pasalnya, Satpol PP sudah memberikan peringatan beberapa kali terhadap pengelola kafe namun faktanya tetap melanggar aturan.

Berdasarkan Perwali Nomor 55 Tahun 2020 terkait pembatasan kapasitas tempat makan atau kafe diperbolehkan hanya 50 persen dan tetap patuh Prokes.

"Kami berikan peringatan tiga kali wajib menerapkan Prokes namun kembali melanggar sehingga dilakukanlah penutupan sementara dan pemiliknya dipanggil besok Senin," jelasnya.

Menurut dia, seorang pengunjung kafe Mojopahit sempat bertingkah arogan bahkan melontarkan kata-kata tidak pantas terhadap petugas Satpol PP dan awak media ketika dibubarkan lantaran melanggar Prokes.

Dia menolak dibubarkan bahkan sempat menggebrak meja. Diketahui pengunjung yang marah-marah itu diduga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) ATR/BPN yang kantornya berada persis di samping kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

"Kami koordinasi bersama pimpinan terkait adanya pengunjung yang keberatan apalagi yang bersangkutan juga melanggar Prokes kita bertindak sesuai aturan," terangnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved