Breaking News:

Berita Jember

Jawab Keraguan Masyarakat, Kepala BI Jember Tegaskan Pecahan Rp 75.000 Sah untuki Bertransaksi

Kepala Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo menegaskan, uang kertas yang dicetak pada 2020 itu merupakan alat tender resmi di Indonesia.

surya/sri wahyunik
Kepala Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Ketika awal dicetak dan dirilis untuk peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 pada 2020, uang pecahan Rp 75.000 sangat diburu orang. Sekarang malah banyak orang malah ragu apakah uang commemorative itu bisa digunakan untuk bertransaksi, sehingga Bank Indonesia (BI) pun memberikan penegasan.

BI meminta warga tidak khawatir dan ragu memakai uang pecahan Rp 75.000. Kepala Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo menegaskan, uang kertas yang dicetak pada 2020 itu merupakan alat tender resmi di Indonesia.

"Warga tidak perlu ragu atau khawatir memakai uang pecahan Rp 75.000 yang dicetak untuk memperingati 75 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tahun 2020. Itu merupakan alat transaksi sah, artinya bisa dipakai," tegas Hestu, Minggu (18/4/2021).

Hestu menambahkan, saat ini warga yang ingin menukar lembaran uang Rp 75.000 bisa lebih fleksibel. Jika ketika awal dicetak, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya bisa mendapatkan satu lembar. "Kini satu orang atau satu NIK bisa menukar sampai 100 lembar. Jadi lebih banyak lagi," ujar Hestu.

Pihak BI juga meminta kepada sejumlah instansi untuk memakai uang pecahan Rp 75.000 itu dalam bertransaksi, seperti membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan.

"Pada prinsipnya, tidak usah ragu dan khawatir jika menerima uang Rp 75.000 atau punya uang itu. Uang itu bisa dipakai untuk bertransaksi jual dan beli," tegas Hestu.

Dari pantauan SURYA di bulan Ramadhan 2021, atau pertengahan April 2021 ini, uang pecahan Rp 75.000 itu sudah banyak beredar di masyarakat.

Seperti di sejumlah kelompok warga yang menerima uang tabungan di bulan Ramadhan. Sebuah kelompok Simpan Pinjam di Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, misalnya, memakai uang pecahan Rp 75.000 itu dalam pembagian tabungan anggota.

Ketika tabungan itu dibagikan, beberapa orang masih ragu ketika menerima uang pecahan baru yang diluncurkan pada Agustus 2020 itu.

"Saya dapat uang pecahan Rp 75.000 saat menerima tabungan. Awalnya ragu, karena ada yang bilang kalau uang itu suvenir dan tidak bisa dipakai bertransaksi. Namun setelah bertanya sana sini, dan membaca berita, ternyata bisa dipakai," ujar Ny Ninik, seorang warga Kelurahan Tegalbesar.

Seperti diberitakan, BI menerbitkan uang khusus commemorative untuk merayakan suatu peristiwa. Uang khusus commemorative terakhir yang dicetak adalah untuk peringatan HUT RI ke-75 pada Agustus 2020.

Ketika uang itu dicetak dan diluncurkan, animo masyarakat terbilang tinggi untuk mendapatkan uang tersebut. Di Jember misalnya, tahun lalu ada ribuan orang berburu uang baru tersebut. ***

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved