Breaking News:

Berita Gresik

Bupati Gresik Gus Yani Ngabuburit Sambil Tinjau Gedung GNI

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menghabiskan waktu untuk menunggu berbuka puasa dengan meninjau Gedung Nasional Indonesia (GNI).

istimewa/dok pribadi
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat meninjau Gedung Nasional Indonesia (GNI) menjelang berbuka puasa, Sabtu (17/4/2021). 

Berita Gresik
Reporter: Willy Abraham
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menghabiskan waktu untuk menunggu berbuka puasa dengan meninjau Gedung Nasional Indonesia (GNI).

Gedung bersejarah itu mangkrak selama bertahun-tahun.

Mengenakan sarung berwarna abu-abu dan baju biru dengan garis putih, orang nomor satu di Gresik itu masuk ke dalam gedung yang berada di Jalan Pahlawan itu.

Melihat dari dalam dan dalam gedung yang diresmikan sejak 17 Agustus 1960 itu.

Bangunan dengan cat warna putih itu terlihat kusam, sudut ruangan yang sudah tidak berfungsi membuat bangunan yang masuk dalam cagar budaya itu semakin tidak terawat.

Masuk ke dalam GNI, orang nomor satu di Kabupaten Gresik melihat ruangan dengan lantai penuh debu yang cukup tebal.

Kondisi tembok yang kusam dengan cat yang mengelupas, lampu dan lima kipas angin yang dipenuhi debu.

Panggung utama dengan tirai berwarna coklat itu tidak terawat.

Gus Yani menyayangkan kondisi bangunan bersejarah tersebut.

“Sore tadi rek, ngabuburit di gedung GNI. Sangat disayangkan gedungnya tidak terawat, padahal posisinya sangat strategis. Lumayan misal digunakan. Bisa dibuat kegiatannya anak-anak muda, kegiatan kreatif, menambah jaringan dengan kegiatan ekspresi lainnya,” tulisnya di akun instagram pribadinya.

Sebelumnya, pada Rabu (31/3/2021) dalam peresmian aplikasi Gresikpedia di rumah dinas dan pendopo Kabupaten Gresik, Bupati milenial ini akan memanfaatkan GNI sebagai media center atau yang lainnya.

Sama halnya dengan Kota Surabaya yang memanfaatkan bangunan cagar budaya seperti gedung Siola.

“Gedung GNI tidak terpakai, tahun depan kami manfaatkan sebagai media center. Kalau Surabaya punya Siola, kita punya GNI. Memang terlambat, tapi kami berani memulai,” tegasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved