Breaking News:

Berita Mojokerto

Bikin Panik saat Momen Berbuka, Pasar Kaget Surodinawan Mojokerto Terpaksa Ditutup Sampai Lebaran

Apalagi pasar kaget itu selalu ramai pembeli yang berjubel saat menjelang buka puasa yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.

surya/mohammad romadoni
Kemacetan kendaraan terlihat di kawasan pasar kaget saat bulan Ramadhan di sepanjang Jalan Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Minggu (18/4/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya menertibkan para pedagang musiman saat bulan Ramadhan di sepanjang jalan Lingkungan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Penertiban pasar dadakan ini terpaksa dilakukan lantaran pedagang musiman di sepanjang jalan tersebut dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. Apalagi pasar kaget itu selalu ramai pembeli yang berjubel saat menjelang buka puasa yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat.

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya mencegah pedagang musiman berjualan dengan memasang pagar besi portable di area masuk kawasan Perumahan Surodinawan.

Ia menegaskan, para pedagang sudah berjualan di ruas jalan selama empat hari sejak awal puasa yang mengakibatkan kerumunan dan kemacetan. "Bagaimana lagi kita harus mengambil tindakan penertiban di lokasi karena mereka berjualan hingga ruas jalan," ungkap Dodik, Minggu (18/4/2021).

Dodik menyebut, pihaknya terpaksa mengambil keputusan dengan menutup dan melarang kegiatan pasar kaget di sepanjang jalan Suromulang.

Penutupan pasar kaget juga sudah sesuai prosedur berdasarkan aturan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang ketertiban umum. Selain itu, karena masih pandemi mengacu Perwali Nomor 47 Tahun 2020. "Kegiatan di sana (Pasar Kaget) saat bulan Ramadhan kita tutup tentunya sampai lebaran," jelasnya.

Menurutnya, penutupan ini dilakukan lantaran keberadaan pedagang musiman ini sebagian menempati akses jalan warga perumahan Surodinawan Estate sehingga masyarakat keberatan karena menghambat mobilitas dan lalu lintas.

Biasanya, jarak tempuh sekitar lima menit untuk sampai ke rumah namun kini butuh waktu lebih lama karena jalan macet dipenuhi pedagang musiman. Tentu, masyarakat yang awalnya ingin menikmati menit-menit menjelang berbuka puasa bakal panik, karena terjebak kemacetan menuju rumahnya.

"Kan kasihan warga di sana kalau ada pedagang musiman ramai-ramai. Masyarakat setempat kesulitan melewati jalan menuju rumahnya. Apalagi saat berbuka puasa awalnya lima menit menjadi puluhan menit saat lewat di jalan yang kini beralih fungsi menjadi pasar tajil dadakan," ucap Dodik.

Masih kata Dodik, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan Disperindag terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) saat bulan Ramadan di kawasan tersebut.

"Mereka merupakan pedagang yang tidak tercatat di PKL Kota Mojokerto dan lokasi ini belum dijadikan sebagai tempat pusat PKL dan kita tidak melarang orang berjualan namun jangan sampai menganggu ketertiban umum," tandasnya. ****

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved