Breaking News:

Berita Surabaya

Serasa Ngabuburit di Mekkah, Ada Banyak Menu Buka Puasa Khas Timur Tengah di Surabaya Utara

Di wilayah Surabaya bagian utara, ada spot wisata kuliner khas akan timur tengah yang cocok untuk menu buka puasa.

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Bubur Harissa atau bubur gandum yang ada di Kampung Arab Surabaya, Sabtu (17/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bagi kalian yang ingin menikmati sensasi berwisata kuliner khas Mekkah, tanpa perlu pergi ke Mekkah sungguhan, Kota Surabaya bisa jadi pilihan yang tepat.

Pasalnya, di wilayah Surabaya bagian utara, ada tempat wisata religi yang punya spot wisata bak di timur tengah, yakni Kampung Arab Surabaya.

Berada di Kompleks Makam Sunan Ampel, Surabaya, kawasan Kampung Arab Surabaya memiliki banyak spot wisata khas timur tengah yang menggoda mata. Seperti spot wisata untuk berbelanja, sejarah dan kuliner. Sehingga sangat cocok untuk dipilih sebagai tempat ngabuburit sambil menunggu tiba waktu berbuka puasa

Untuk spot wisata kuliner khas akan timur tengah di kawasan ini yang cocok untuk menu buka puasa ada nasi kebuli, kurma dan bubur gandum. Sedangkan untuk yang khas Melayu ada roti jala.

Harga yang ditawarkan oleh para penjual beragam kuliner khas timur tengah ditempat ini juga sangat hemat di kantong.

Penjual roti jala dan bubur gandum, Nurul Inayah mengatakan, untuk roti jala dan bubur gandum kambing sama-sama dihargai Rp 15.000.

"Untuk makanan khas timur tengah yang saya jual ada bubur gandum, sedangkan yang khas melayu ada roti jala" ujar Inayah kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (17/4/21).

Inayah menjelaskan, bubur gandum sendiri adalah makanan khas Arab.

"Kalo di Arab, ini namanya bubur harissa," ujar Wanita keturunan Yaman yang tinggal di Kawasan Kampung Arab Surabaya itu.

Dikatakannya juga, bubur gandum sendiri makanan yang dibuat dengan campuran gandum, nasi, daging kambing dan rempah-rempah.

Ditanyai soal cara pembuatannya, Inayah mengatakan, gandum dan beras dimasak dulu, direndam semalaman, setelahnya disatukan dengan santan yang agak encer.

"Kemudian, setelah mendidih, baru dimasukkan daging kambing dan rempah-rempah yang terdiri dari jahe, laos, bawang putih dan kayu manis yang sudah dihaluskan," jelasnya.

Sementara itu, Abdul Khadir, penjual nasi kebuli mengungkapkan, harga nasi kebuli yang ia jual dihargai Rp 48.000.

Sedangkan penjual kurma secara box dan eceran, Ukasa mengatakan, untuk kurma yang dijual secara eceran atau per kilo hanya kurma mesir.

"Kurma mesir per kilonya saya jual seharga Rp 40.000," kata Ukasa.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved