Breaking News:

Berita Malang Raya

Seperti Ini Kegiatan Pondok Ramadan di Sejumlah Sekolah di Kota Malang

Pelaksanaan pondok ramadan diserahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing di Kota Malang

tribun jatim/kukuh kurniawan
SD Negeri Kasin yang terletak di Jalan Yulius Usman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Selama bulan Ramadan, siswa beragama Islam biasanya mengikuti kegiatan pondok Ramadan. Tak terkecuali siswa di Kota Malang.

Pondok ramadan biasanya berisi dengan berbagai bentuk kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, salat tarawih, tadarus Al-Quran dan pendalaman mengenai ilmu agama Islam.

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan, untuk kegiatan pondok ramadan pada tahun ini dikembalikan pada kebijakan sekolah masing-masing.

Artinya, bisa dilakukan secara daring (online) maupun tatap muka.

"Tapi kalau tatap muka, aturannya sama seperti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yakni 50 persen dari jumlah kuota siswa," ujarnya, Sabtu (17/4/2021).

Namun meski pelaksanaan pondok ramadan diserahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing, tetap saja hal itu harus disetujui dan disepakati terlebih dahulu oleh orang tua murid.

"Kegiatan pondok Ramadan itu juga harus disepakati oleh orang tua murid. Kalau tidak rela untuk tatap muka, ya dikembalikan ke orang tua. Intinya semua keputusan ada di orang tua murid," jelasnya.

Baca juga: Sidang PN Kini Bisa di Kecamatan se-Surabaya, 18 Urusan Administrasi Kependudukan Selesai Sehari

Baca juga: Ini Program Pemkot Batu untuk Tekan Angka Stunting di Bawah 10 Persen Tahun 2021

Baca juga: Ikatan Istri Pimpinan BUMN Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Gempa Bumi di Jawa Timur

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Dinoyo 3, Suryani menuturkan pihaknya melakukan kegiatan pondok ramadan secara online.

"Jadi untuk kami, memang kami tekankan IMTAQ pada kurikulumnya. Agar kegiatan anak tetap terpantau oleh para guru, maka kami sudah membentuk jadwal bacaan yang harus disetorkan kepada guru. Jadi absensinya berupa tagihan setoran hafalan, ini sekaligus untuk membentuk karakter religiusnya," bebernya.

Masing-masing jenjang kelas pun ada target setoran hafalan. Misalnya untuk kelas 1, harus hafal bacaan salat.

"Selama ramadan ini kan ada tarawihnya. Siswa pun juga harus mengisi kegiatan apa saja yang dilakukan di Google Form. Selain itu juga diberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, yang menggambarkan tentang kegiatannya sehari-hari. Mulai dari ibadah, membantu orang tua, sedekah dan sebagainya, kemudian dibuktikan dengan foto dokumentasi yang harus diunggah. Dari hasil jawaban itulah, para guru mengakumulasikan dalam bentuk diagram, untuk memantau perkembangan karakter anak," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SD Negeri Kasin, Budi Hartono.
Dirinya mengungkapkan untuk kegiatan pondok ramadan, sudah direncanakan guru agama dilakukan secara online.

"Kebetulan sekolah kami memang berbasis digital. Sehingga semua kegiatan pendidikan selama pandemi ini, memang sudah menggunakan media secara online. Hal itu juga sudah sesuai dengan visi misi sekolah, yaitu membranding sekolah ini secara digital," pungkasnya.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved