Breaking News:

Pengakuan Pria Plontos Ngaku Polisi Pukul dan Jambak Perawat RS Siloam Palembang, PPNI Kawal Kasus

Rupanya, sosok polisi gadungan berinisil JT (38) yang memukul dan menjambak perawat RS Siloam berinisial CRS (28), hingga salah satu mata korban memar

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa /TRIBUNSUMSEL.COM/PAHMI RAMADHAN
CRS, seorang perawat RS Siloam Palembang dianiaya keluarga pasien ruangan IPD 6 di kamar 6026 RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang. Foto kanan : JT ditemui saat press release di Polrestabes Palembang, Sabtu (17/4/2021). DPP PPNI mendorong proses hukum agar pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya mendapat hukuman yang setimpal. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Rupanya, sosok polisi gadungan berinisil JT (38) yang memukul dan menjambak perawat RS Siloam berinisial CRS (28), hingga salah satu mata korban memar.

Bahkan, polisi gadungan tersbeut sempat dilerai oleh keluarga pasien lainnya dan petugas keamanan. Namun, lagi-lagi dia mengungkapkan sebagai anggota polisi.

Hingga akhirnya pihak RS Siloam Palembang menelusuri dan hasilnya, JT bukanlah anggota polisi.

Atas penganiayaan terhadap perawat tersebut, JT pun dilaporkan ke Polres Palembang. Adapun video penganiayaannya juga viral. 

Tak lama kemudian, CRS melaporkan perbuatan JT kepada Polres Palembang. Hingga akhrinya, JT ditangkap polisi.

Apa yang menyebabkan pria berkepala plontos itu menyiksa perawat RS Siloam? Dan apa yang menjadi penyebab penganiayaan tersebut?

Semuanya ada di artikel di bawah ini. Yang pasti, setelah kejadian tersebut, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( DPP PPNI) mendorong proses hukum dilanjutkan. 

Ketua DPP PPNI Bidang Infokom, Rohman Azzam menyatakan, DPP PPNI akan mengawal proses hukum kasus tersebut sampai tuntas.

Pihaknya akan mendorong proses hukum agar pelaku berinisial JT mendapat hukuman sesuai perbuatannya.

"Kita akan mengawal proses hukum melalui Badan Bantuan Hukum (BBH) yang dibentuk DPP PPNI, sampai proses hukumnya tuntas," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com (grup SURYA.co.id), Sabtu (17/4/2021).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved