Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Bersama Menkominfo Launching 4 Pilar Kurikulum dan Modul Literasi Digital

Selain di Surabaya, Grand Launching Kurikulum & Modul Literasi Digital, juga dilakukan bersama di 4 kota besar di Indonesia.

Humas Pemprov Jatim
Public Figure Literasi Digital, Nicholas Saputra dan Menkominfo Johnny G Plate beserta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaunching 4 Pilar Kurikulum dan Modul Literasi Digital di Grand City Convex Surabaya, Jumat (16/4/2021) sore. 

Selain itu, efektifitas dan efisiensi kinerja ekonomi, sosial dan pemerintahan juga membutuhkan infrastruktur digital. Ternasuk desa-desa yang ada di Jatim rata-rata sudah mendapatkan layanan jaringan 4G.

Meski demikian, Khofifah menekankan, masih banyak masyarakat yang menggunakan teknologi, tetapi tidak memanfaatkannya secara maksimal.

Selanjutnya untuk menjaga rasa aman dalam teknologi digital Khofifah berharap digital ethics ini diterapkan dalam penggunaan teknologi digital dalam era seperti saat ini. Masyarakat sipil perlu melakukan sinkronisasi untuk menjadikan digital ethics sebagai referensi dalam menggunakan teknologi digital.

“Jadi kita perlu melakukan telaah bersama. Masyarakat sipil (civil society) bertemu, kemudian mereka melakukan sinkronisasi bagaimana digital ethics menjadi referensi bersama,” tandas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kominfo RI Johnny G Plate mengatakan, salah satu isi modul yang dilaunching saat ini yaitu berkaitan dengan budaya bermedia digital. Budaya bermedia digital ini penting dipahami masyarakat dalam menggunakan teknologi digital.

“Jangan sampai mempunyai perangkat digital, tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya dengan baik. Jadi kita memperkenalkan digital culture melalui modul ini,” jelas Menkominfo.

Johnny juga menekankan, dalam memanfaatkan ruang digital tanpa batas dan terdapat rekam digital perlu menggunakan etika bermedia sosial atau etis dalam bermedia digital. Ini penting sekali jangan sampai ruang digital kita diisi dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Bagaimana bermigrasi ke ruang digital harus memanfaatkan itu dengan etika bermedia digital yang memadai. Seperti yang disampaikan Ibu Gubernur, jangan sampai diisi dengan kegiatan pornografi, atau radikalisme, terorisme, melanggar aturan, perjudian, dan sebagainya,” urainya.

Sebagai informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama mitra jejaring GNLD Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital tahun 2021- 2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat di bidang TIK dan digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.

Di dalam peta jalan ini dirumuskan juga 4 (empat) kerangka dalam menyusun kurikulum literasi digital, yaitu : Digital Skills, Digital Safety, Digital Safety, dan Digital Culture. Serta 3 (tiga) kerangka dalam menyusun program untuk 3 (tiga) komponen masyarakat, yaitu : Digital Society, Digital Economy, dan Digital Government.

Kerangka ini diturunkan menjadi program Literasi Digital yang bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi dan media digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan tidak melupakan juga kelas literasi digital untuk masyarakat inklusif. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved