Breaking News:

Dicap Pengkhianat Negara, Pratu Lukius Ikut KKB Papua Serang Pos TNI, Brigjen Suswatyo: Tindak Tegas

Dicap pengkhianat bangsa, Lucky Y Matuan alias Lukius, eks prajurit TNI di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raiders kini jadi buruan utam

Editor: Musahadah
Facebook/Istimewa
Pratu Lukius, eks prajurit TNI yang membelot ke KKB Papua sehingga dicap pengkhianat negara. 

SURYA.co.id I JAKARTA - Dicap pengkhianat bangsa, Lucky Y Matuan alias Lukius, eks prajurit TNI di Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 400/Banteng Raiders kini jadi buruan utama. 

Lukius yang sebelumnya berpangkat Pratu membelot ke KKB Papua saat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya. 

Bahkan, Lukius disebut-sebut ikut dalam penyerangan KKB Papua di sejumlah pos di Intan Jaya. 

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa memastikan bahwa Likius kini telah menjadi musuh negara dan menjadi target utama pihak keamanan.

"Apalagi, dia membelot ke kelompok OPM, itu kan melawan negara, itu hukumannya berat, dia jadi sasaran utama itu," kata Suriastawa.

Baca juga: KKB Papua Kocar-kacir setelah Pimpinan Sadisnya Ditangkap, 2 Orang Menyerahkan Diri Bawa Revolver

Baca juga: Pelajar SMA Ditembak Kepala, Dibacok dan Motor Dibakar KKB Papua, Irjen Mathius Tutup Akses Pelarian

"Sekarang kami sedang kembangkan informasi (keberadaan Pratu Lukius), tapi kami tidak tahu sejauh mana (keterlibatannya dalam aksi KKB), sekarang dia jadi sasaran prioritas," kata dia.

Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo memastikan Lukius telah dipecat dari kesatuannya dan dicap sebagai pengkhianat negara. 

Dia memastikan aparat keamanan akan menindak tegas jika bertemu dengan eks tentara tersebut.  

"Mereka sudah gabung ke sana, kalau ketemu ya ditindak tegas karena dia sudah masuk kelompok ekstremis," kata Suswatyo.

Suswatyo menjelaskan Lukius yang pernah menjadi prajurit Raider 400 di bawah naungan Kodam IV/Diponegoro sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Saat penugasan itulah, kata Suswatyo, Lukius membelot. "Dia tidak bawa senjata," imbuhnya.

Atas tindakannya tersebut, Pratu Lukius sudah dipecat  karena dalam operasi (tugas) kalau dia tiga hari kabur maka dia dinggap tidak etik, dipecat.

Terkait dugaan keterlibatan Pratu Lukius dalam penyerangan sejumlah pos TNI di Intan Jaya, Suriastawa mengaku belum bisa menyampaikan jawaban pastinya.

"Sekarang kami sedang kembangkan informasi (keberadaan Pratu Lukius), tapi kami tidak tahu sejauh mana (keterlibatannya dalam aksi KKB), sekarang dia jadi sasaran prioritas," ungkap dia.

 Jubir OPM: Dia Ikut Serang Pos TNI

Sebelumnya, Juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sembon mengungkapkan Pratu Lukius bergabung sejak bulan Februari 2021.

“Ada seorang prajurit TNI yang telah bergabung dengan TPN sejak Februari lalu, dan saat ini bersama pasukan TPNPB,” ujar Sebby Sembon melalui pesan singkatnya, Jumat (16/4/2021).

Sebby menyatakan prajurit TNI itu bergabung dengan TNPPB karena kesadaran sendiri.

“Lucky Matuan mantan anggota TNI yang bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertugas di pos TNI Bulapa Kabupaten Intan Jaya. Bahkan dia juga menyerang pos TNI Bulapa,” ujarnya.

Sebby Sambon, Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Sebby Sambon, Juru Bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM). (istimewa)

Dalam serangan itu, lanjut Sebby, TPNPB berhasil menembak tiga anggota TNI di pos.

Ditanya apakah prajurit TNI yang bergabung dengan TPNPB membawa senjata api, Sebby mengatakan, masih akan melakukan pengecekan.

“Bagian itu belum dilaporkan kepada kami,” kata Sebby.

Sebby mengklaim, ini bukan kali pertama prajurit TNI bergabung dengan OPM.

“Bukan pertama, dulu-dulu juga ada yang bergabung, tahun 1970-an 80-an banyak yang bergabung ke TPNPB,”ungkapnya.

Mereka termasuk deklarator 1 Juli 1971 Seth Jafet Rumkorem yang juga mantan anggota Kostrad.

“Elieser Awom dari Brimob Kotaraja Papua di Tahun 1980-an, Surabut dari Batalyon 753 Arfai Manokwari tahun 1990-an,” jelasnya.

Bahkan hingga kini, Sebby mengklaim banyak yang mendukung perjuangan OPM.

“Sekarang juga banyak yang undur diri dari anggota TNI Polri, ada polisi Yikwa yang jual senjata dan amunisi dan baru-baru ini di tangkap itu termasuk yang mendukung TPNPB, dan mendukung perjuangan Papua untuk merdeka dari penjajahan Indonesia,”paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Sebby kembali menegaskan, agar pasukan keamanan Indonesia TNI dan Polri jangan melibatkan warga sipil sebagai mata-mata.

“Saya ingatkan lagi kepada aparat TNI/POLRI jangan menggunakan tenaga masyarak sipil dan masyarakat pendatang untuk memata- matai kami masyakat Papua dengan berbagai alasan seperti Pendeta di gereja, guru di sekolah, mantri maupun dokter, tukang bangunan, ojek, jual pakean dll”.

“Bila itu cara yang negara Indonesia pakai untuk intelijen kami sudah tau cara-cara itu, maka kami tidak segan-segan tembak mati,”ancamnya.

KKB Papua tembak siswa SMA dan ojek online

Kejamnya KKB Papua pimpinan Lekagak Telenggen yang memberondong peluru kepada siswa SMA dan membacok kepala korban. Sebelumnya, mereka menembak ojol.

Peristiwa tersebut terjadi setelah siswa SMA bernama Ali Mom ini ditelepon orang tak dikenal dan disuruh membeli rokok dan pinang.

Ali Mom kemudian diminta memberikan pesanan tersebut ke Kampung Uloni.

Namun, di tengah jalan, sekelompok KKB Papua memberondongkan peluru ke tubuh Ali Mom. 

Melihat Ali Mom sekarat, anggota KKB Papua tersebut membacaok kepala korban hingga tersungkur tak bernyawa lagi.

Ali Mom (16) ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). 

Dia tewas dengan dua luka tembakan dan bacokan.

"Ali Mom (16 tahun) ditemukan tewas dengan dua luka tembak di bagian kepala dan punggung, serta luka bacokan di bagian kepala," tutur Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri .

KKB juga membakar motor Yamaha Jupiter MX yang dipakai oleh korban.

"Sepeda motor yang digunakan korban pun ikut dibakar saat itu juga," tutur dia.

Irjen Mathius D Fakhiri menduga penembak siswa SMA Ali Mom adalah kelompok yang sama dengan pembunuh tukang ojek bernama Udin pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Ia menduga, pembunuhnya kelompok KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

"Pelaku diduga adalah KKB pimpinan Lekagak Telenggen," katanya.

Insiden itu bermula ketika korban mendapatkan telepon dari orang tak dikenal.

Irjen Mathius D Fakhiri menjelaskan, mulanya Ali Mom mendapatkan telepon dari orang tak dikenal sekitar pukul 18.30 WIT.

Penelepon tersebut meminta Ali Mom membeli rokok dan pinang, kemudian menyuruh korban mengantar pesanan ke Kampung Uloni.

Ali Mom pun kemudian menurutinya dan pergi menuju Kampung Uloni dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX.

Saat berada di pinggir jalan, korban diserang dengan tembakan dan bacokan.

"Sesampainya di pinggir jalan Kampung Uloni, korban langsung ditembak dengan menggunakan senjata api sebanyak dua kali dan korban juga dibacok di bagian kepala, seketika korban tewas di TKP," kata Fakhiri.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memburu Lukius, Eks Prajurit TNI yang Membelot ke KKB dan Jadi Musuh Negara"

Baca berita lainnya terkait kekejaman KKB Papua terhadap warga sipil

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved