Breaking News:

Berita Nganjuk

Tepergok Angkut 10 Kayu Jati Curian, Pak Tani di Nganjuk Akui Tidak Miliki Dokumen

PJT   pun diperiksa dan diamankan polisi bersama satu unit mobil pikap AG 8103 VA dan 10 batang kayu jati berbagai ukuran.

surya/ahmad amru muiz
Tersangka ilegal loging (duduk) diamankan petugas gabungan Polhutmob di petak 33 RPH Sudimoroharjo Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Perbuatan PJT (52), seorang petani di Desa Sudimoroharjo, Kecamatan Wilangan Nganjuk, termasuk nekat. Sudah tahu memiliki kayu jati dari wilayah hutan dilarang, ia malah memiliki dan mengangkut 10 batang kayu jati memakai sebuah mobil pikap, Jumat (16/4/2021).

PJT   pun diperiksa dan diamankan polisi bersama satu unit mobil pikap AG 8103 VA dan 10 batang kayu jati berbagai ukuran.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto mengatakan, penangkapan itu berawal ketika petugas gabungan Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) sedang berpatroli di wilayah RPH Sudimoroharjo BKPH Bagor KPH Nganjuk.

Saat itu, petugas patroli menerima informasi adanya kendaraan yang sedang mengangkut kayu jati di petak 33 RPH Sudimoroharjo. "Informasi tersebut langsung dilakukan penelusuran di wilayah hutan yang dimaksud," kata Supriyanto, Jumat (16/4/2021).

Dalam penelurusan di lokasi petak 33 RPH Sudimoroharjo, dikatakan Supriyanto, petugas menemukan kendaraan pikap Up biru yang dikendaraan tersangka PJT. Kendaraan tersebut mengangkut 10 batang kayu jati berbagai ukuran.

"Saat itu, petugas langsung menghentikan pikap dan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen dari kayu jati," ucap Supriyanto.

Hasil pemeriksaan, menurut Supriyanto, kayu-kayu jati tersebut tidak dilengkapi dokumen sama sekali. Dan PJT mengaku juga tidak memiliki dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan dari kayu jati yang diangkutnya.

"Tersangka PJT bersama kendaraan yang mengangkut kayu jati diamankan petugas gabungan Polhutmob dan diserahkan ke Polres Nganjuk untuk proses hukum," jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau warga untuk tidak melakukan penebangan kayu di hutan secara sembarangan tanpa ada izin dari Perhutani. Karena penebangan kayu hutan tersebut selain merugikan negara, juga merusak lingkungan sehingga rawan bencana alam. Seperti longsor dan banjir di musim penghujan.

"Marilah kita lestarikan hutan dan menjaga agar hutan tidak gundul sehingga bencana alam bisa dicegah," tutur Supriyanto. ****

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved