Breaking News:

KKB Papua

Prajurit Raider 400 Pratu Lukius Berkhianat Membelot ke OPM dan Diduga Terlibat Penyerangan Pos TNI

Inilah cerita prajurit Raider 400 Pratu Lukius yang berkhianat membelot ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) khususnya KKB di Kabupaten Intan Jaya, Papua

SURYA.co.id
Ilustrasi KKB Papua. Kabar terbaru seorang prajurit Raider 400, Pratu Lukius berkhianat dan membelot dukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) tergabung di KKB di Intan Jaya. 

SURYA.co.id | PAPUA - Inilah cerita prajurit Raider 400 Pratu Lukius yang berkhianat membelot ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) khususnya KKB di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pratu Lukius telah meninggalkan tugas tanpa izin selama tiga hari berturut-turut. Pratu Lukius pun disebut telah melanggar etik dan dipecat dari prajurit TNI.

Setelah pembelotan tersebut, kini Pratu Lukius jadi target utama TNI karena telah berkhianat kepada negara. 

Diduga, Pratu Lukius terlibat dalam dalam penyerangan sejumlah Pos TNI di Intan Jaya. Namun, pihak TNI belum memastikan keterlibatan tersebut.

Baca juga: Kejamnya KKB Papua, Berondong Peluru Siswa SMA dan Bacok Kepala Setelah Ditelepon Orang Tak Dikenal

Baca juga: Banyak Prajurit TNI Gabung Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat? Berikut Klaim Juru Bicara OPM

Ilustrasi Pasukan Yonif 315/Garuda. Pasukan Berjuluk 'Pasukan Setan' ini dikirim menghadapi KKB Papua.
Ilustrasi Pasukan Yonif 315/Garuda. Pasukan Berjuluk 'Pasukan Setan' ini dikirim menghadapi KKB Papua. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa memastikan, Pratu Lukius sudah dipecat dari TNI karena dianggap kabur dalam tugas.

"Dalam operasi (tugas) kalau dia tiga hari kabur maka dia dinggap tidak etik, dipecat," ujar Suriastawa, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/4/2021).

Menurut dia, tindakan Pratu Lukius telah dicap oleh negara sebagai sebuah pengkhianatan.

Terlebih ia kini telah bergabung ke KKB yang telah menjadi musuh negara.

"Apalagi, dia membelot ke kelompok OPM, itu kan melawan negara, itu hukumannya berat, dia jadi sasaran utama itu," kata Suriastawa.

Mengenai informasi yang menyatakan Pratu Lukius sempat terlibat dalam penyerangan sejumlah Pos TNI di Intan Jaya, Suriastawa mengaku belum bisa memberi jawaban pasti.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved