Breaking News:

Berita Gresik

Pembacaan Berbeda dengan Salinan Putusan, Hakim PA Gresik Digugat Pemohon Sengketa Tanah

Taufan Rezza mengatakan, salinan putusan majelis hakim PA Gresik ternyata tidak sesuai dengan yang diucapkan di persidangan

surya/mochamad sugiyono
Humas PA Gresik, Sofyan Zefri, menunjukan sistem pelayanan online yang digunakan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, Jumat (16/4/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Gara-gara menyampaikan putusan yang berbeda dengan isi salinan putusan tertulis dalam kasus sengketa tanah, seorang anggota majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Gresik kena getahnya.

Hakim itu digugat oleh dua pihak yang bersengketa, yaitu penggugat dan tergugat, Jumat (16/4/2021). Karena akibat perbedaan putusan tertulis dengan yang dibacakan itu, tanah wakaf yang dimohonkan penggugat terpaksa dibagi dua.

Dari informasi yang dihimpun SURYA, Jumat (16/4/2021), kuasa hukum pihak tergugat dalam perkara no.2073/Pdt.G/2020/PA.Gs. yaitu Taufan Rezza, mengatakan, salinan putusan majelis hakim PA Gresik, ternyata tidak sesuai dengan yang diucapkan dalam persidangan.

"Di mana dalam pembacaan putusan point nomor 5 terdapat kata, 'kepada penggugat di bagian depan atau tepi jalan raya Ambeng-ambeng Watangrejo'. Dan point ke 7, 'separuh bagian depan atau tepi jalan Raya Ambeng-ambeng Watangrejo'," kata Taufan saat menunjukkan berkas pengaduan.

Lebih kagetnya, sebagai pihak tergugat, putusan yang dibacakan majelis hakim PA Gresik dalam persidangan secara terbuka ternyata tidak sesuai dengan salinan putusan.

Dalam salinan putusan tersebut dituliskan point 5, tidak sebutkan kepada penggugat di bagian depan atau tepi jalan raya. Dan point 7, juga berbeda bunyinya, yaitu 'separuh bagian dari depan ke belakang'.

"Putusan tersebut sangat mengejutkan bagi kami. Sebab amar putusan yang dibacakan majelis hakim dalam sidang terbuka untuk umum, berbeda dengan salinan putusan yang kami diterima," imbuhnya.

Atas perkara tersebut, para tergugat dan penggugat meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sebab putusan majelis hakim adalah kepercayaan terhadap masyarakat. "

Kami memohon kepada Ketua Pengadilan Agama Gresik agar menindaklanjuti pengaduan yang kita kirimkan. Sebab selama ini PA kami yakini bersih, jujur dan adil," katanya.

Terpisah, Humas PA Gresik, Sofyan Zefri mengatakan, pengaduan dari kuasa hukum penggugat sudah diterima dan sudah diregister dalam pengaduan.

"Para pihak sudah dimintai keterangan oleh Pengadilan Tinggi Agama. Prosesnya semuanya sudah diambil alih. Dan kami juga menunggu putusan Pengadilan Tinggi Agama," kata Zefri.

Lebih lanjut Zefri, mengatakan, dalam setiap persidangan, tiga anggota majelis hakim selalu memusyawarahkan keputusan. Sehingga apa yang dibacakan dan ditulis dalam salinan putusan selalu sama.

"Ada musyawarah majelis hakim sebelum memutuskan. Sehingga,dalam perkara ini sudah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Agama," imbuhnya.

Seperti diketahui, permasalahan tersebut terkait gugatan tanah wakaf di PA Gresik. Di mana pihak penggugat dan tergugat ingin memperjelas lokasi lahan wakaf yang berupa tambak di tepi jalan Raya Duduksampean, Desa Ambeng-ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampean. ****

Penulis: Sugiyono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved