Breaking News:

Berita Bondowoso

Pedagang Pasar Induk Menangis saat Tagih Janji Wabup Bondowoso, Bersitegang dengan Satpol PP

Tetapi ternyata janji tinggal janji. Para pedagang sore pun menuntut Irwan memenuhi janjinya itu. Namun upaya para pedagang sia-sia

surya.co.id/danendra kusumawardana
Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rahmat. 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Ketegangan sempat terjadi antara sejumlah Sejumlah pedagang sore di Pasar Induk Bondowoso (PIB) saat mendatangi Wisma Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Jumat (16/4/2021).

Para pedagang PIB itu datang untuk menagih janji wabup memperbolehkan pedagang sore menggelar dagangannya di lantai bawah PIB. Janji itu dilontarkan Wabup Irwan Bachtiar Rahmat sebulan lalu.

Salah satu pedagang daging ayam, Endang (53) mengatakan, saat itu wabup sebelumnya berjanji untuk menyediakan tempat seperti konsep pasar senggol di lantai bawah PIB.

Tetapi ternyata janji tinggal janji. Para pedagang sore pun menuntut Irwan memenuhi janjinya itu. Namun upaya para pedagang sia-sia. Setelah sekitar 3,5 jam menunggu, Irwan tidak kunjung keluar menemui para pedagang untuk berdiskusi.

Pintu wisma tertutup rapat. Berdasarkan informasi, Irwan berada di dalam wisma. Yang ada mereka malah cuma disambut oleh Satpol PP yang menjaga keamanan. Satpol PP pun sempat adu mulut dengan para pedagang yang berkukuh ingin bertemu wabup.

Endang mengaku kecewa, karena ternyata Irwan tidak menemui mereka. "Kami datang ke sini untuk menagih janji itu," kata Endang dengan berderai air mata.

Pedagang lain, Siti Aisyah (52) mengungkapkan, ia sempat diminta mendata jumlah pedagang sore. Usai mendata, pedagang diminta menghubungi Irwan melalui ajudannya. Namun ketika mau menyetorkan jumlah pedagang tersebut, Siti mengaku selalu kesulitan.

"Setiap hari saya hubungi ajudan. Tetapi katanya Pak Wabup ada giat, karena bapak orangnya memang sibuk. Tetapi kan sesibuk-sibuknya pemimpin harus meluangkan waktu untuk rakyat kecil, sebentar aja," tegas Siti.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Totok Hariyanto menerangkan ada Perda Nomor 05 Tahun 2020 yang mengatur tata kelola pasar. Ada pun soal PIB, sudah diterapkan kebijakan zonasi masing-masing sesuai komoditas yang dijual agar aktivitas pasar tertib dan kondusif.

"Mereka merasa zonasi itu seakan merugikan mereka. Dan ini hanya segelintir orang," sebut Totok.

Totok melanjutkan, para pedagang menuntut adanya perubahan kebijakan zonasi. Karena itu pihaknya akan mengevaluasi setiap kebijakan tersebut agar memberi kenyamanan bagi pembeli. "Dengan adanya Perda itu PIB sekarang sudah mulai tertib. Kalau dulu minta ampun. Tempatnya kotor, lalu lintas semrawut," pungkasnya. ****

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved