Breaking News:

Berita Trenggalek

Kisah Penyandang Tunanetra di Kabupaten Trenggalek, Semangat Khatamkan Alquran Saban Ramadan

Ketika Ramadan tiba, Muhtar Mustofa (31) selalu bersemangat untuk mengkhatamkan alquran. Begitu setiap tahunnya.

surya.co.id/aflahul abidin
Muhtar Mustofa (31) ketika membaca Alquran braille di Yayasan Naemaa di Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK – Keterbatasan penglihatan tak menyurutkan niatnya untuk beribadah.

Ketika Ramadan tiba, Muhtar Mustofa (31) selalu bersemangat untuk mengkhatamkan Alquran. Begitu setiap tahunnya.

Di salah satu sudut ruang utama Yayasan Naemaa, sebuah yayasan tempat bernaung para penyandang disabilitas di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Mustofa terlihat fasih melafalkan ayat demi ayat.

Ia mengaji dengan Alquran braille. Di awal Ramadan tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, ia mulai dengan membaca Alquran braille juz pertama.

“Alquran braille ini satu Alquran satu juz. Jadi agar lengkap, perlu 30 Alquran,” kata Mustofa.

Karena itulah, bagi Mustofa, Alquran braille tak leluasa untuk dibawa ke mana-mana.

Ia biasanya membaca Kitab Suci itu di rumah di Perumahan Inklusif di Kecamatan Tugu atau di yayasan.

Baca juga: Bulan Puasa, Petugas Tertibkan Pengendara yang Tak Patuh Prokes di Kabupaten Pamekasan

Baca juga: Face Off Jalan HOS Cokroaminoto Kabupaten Ponorogo, Ini Kata Sekda Soal Aset PT KAI

Baca juga: Dapat Bantuan Paket Siswa, Anak-anak Korban Gempa Bumi di Malang Segera Bersekolah

Sama seperti kebanyakan orang, momen Ramadan bagi dia adalah momen untuk mendekatkan diri ke pencipta.

Maka dari itu, Mustafa selalu mencoba menyempatkan waktu untuk merapal Alquran setiap ada waktu senggang.

Setiap Ramadan dalam beberapa tahun terakhir, ia mengaku selalu mengkhatamkan Alquran. Lengkap 30 juz, dengan 30 Alquran braille yang ada.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved