Breaking News:

Berita Jember

Jember Rawan Diterjang Banyak Bencana, Ratusan Relawan Disiapkan di 13 Kecamatan

Bupati Jember, Hendy Siswanto menuturkan telah mendapatkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terkait KRB.

surya/sri wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto menyaksikan penyerahan bantuan BPBD Jember kepada warga terdampak gempa di Desa Klungkung Kecamatan Sukorambi, Minggu (11/4/2021) lalu. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Berada di pesisir Selatan Jawa Timur, Jember termasuk kawasan yang memiliki potensi 'lengkap' dalam hal kebencanaan. Sedikitnya ada 13 kecamatan yang rawan dilanda aneka macam bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, angin kencang, tsunami, juga erupsi gunung api, dan gempa bumi.

Karena tingginya kerawanan bencana itu, Pemkab Jember bakal membentuk Relawan Tanggap Bencana di 13 kecamatan yang masuk kawasan rawan bencana (KRB). Bupati Jember, Hendy Siswanto menuturkan telah mendapatkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terkait KRB.

"Ada 13 kecamatan yang rawan bencana. Dan sebagai bentuk antisipasi dan tanggap bencana, kami akan membentuk relawan tanggap bencana di masing-masing kecamatan itu. Setiap kecamatan ada 100 orang," ujar Hendy, Jumat (16/4/2021).

Relawan itu bersifat freelance. Namun mereka dilatih untuk sigap dan tanggap menangani kondisi darurat saat bencana melanda. "Mereka adalah relawan freelance, namun nanti akan kami berikan uang transpor. Akan kami alokasikan di Perubahan APBD 2021," imbuh Hendy.

Dia mengakui, sejumlah desa di beberapa kecamatan kerap dilanda bencana, sebut saja banjir genangan bahkan sampai banjir bandang. Banjir genangan kerap melanda Desa Wonoasri dan beberapa desa di Kecamatan Tempurejo, juga beberapa desa di Kecamatan Gumukmas, dan Kencong.

Sedangkan banjir bandang berpotensi terjadi di sepanjang DAS Kalijompo mulai Kecamatan Sukorambi, sampai memasuki kawasan kota. Juga DAS Bedadung yang memanjang mulai dari Arjasa sampai juga kawasan perkotaan Jember.

Kemudian daerah aliran sungai yang berhulu di Pegunungan Yang Argopuro di Kecamatan Panti, juga Kecamatan Bangsalsari.

"Selain menguatkan kelembagaan relawan, nantinya kami juga akan mengevaluasi pentingnya alat pengukur debit air, supaya kita bisa tahu kondisi debit air. Itu langkah preventif, mengantisipasi terjadinya banjir. Jadi kalau di atas tahu debitnya, maka yang di bawah itu bisa bersiap siaga," tegas Hendy. ***

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved