Senin, 20 April 2026

Isu Reshuffle Kabinet, Menkominfo Tegaskan Domain Presiden, Minta Jangan Ada Spekulasi

Menkominfo meminta jangan ada spekulasi berlebihan tentang isu reshuffle kabinet yang saat ini tengah gencar.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate saat ditemui di Surabaya, Jumat (16/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Menkominfo), Johnny G Plate meminta jangan ada spekulasi berlebihan tentang isu reshuffle kabinet yang saat ini tengah gencar. Apalagi, sampai mengaitkan inisial tertentu.

"Itu domain Presiden. Jangan sampai kita berspekulasi yang mengakibatkan kebingungan di masyarakat. Jangan sampai juga kita menyebut inisial-inisial tertentu nanti yang berdampak pada kredibilitas tokoh-tokoh nasional kita. Kita harus menjaga," kata Johnny saat ditemui di Surabaya, Jumat (16/4/2021).

Seperti diketahui, isu tentang reshuffle kabinet saat ini terus mengemuka.

Selama beberapa hari ini, isu ini terus berseliweran. Isu reshuffle ini mencuat setelah DPR menyetujui dibentuknya penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek dan pembentukan Kementerian Investasi.

Apalagi, dari pihak Kantor Staf Kepresiden juga sudah membenarkan tentang rencana perombakan jajaran pembantu presiden tersebut.

Namun, Johnny mengatakan, kewenangan reshuffle kabinet itu mutlak merupakan kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden memiliki domain mutlak untuk itu.

"Kami serahkan kepada Bapak Presiden. Siapa, di mana dan portofolionya apa dan kapan itu domain presiden. Kita serahkan kepada Bapak Presiden," ujarnya.

Politisi Partai NasDem itu meyakini, untuk reshuffle ini Presiden Jokowi akan mengambil keputusan yang tepat.

"Kami meyakini, Presiden tentu mengambil keputusan yang tepat untuk kepentingan pemerintahan yang produktif dan kuat," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved