Breaking News:

Berita Lumajang

Verifikasi Rumah Rusak di Lumajang Terhambat Gara-gara Ini

Pasca enam hari Lumajang diguncang gempa bumi, pemerintah setempat mulai melakukan verifikasi bangunan yang dilaporkan rusak.

Surabaya.Tribunnews.com/Tony Hermawan
Petugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang saat melakukan pendataan di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari. -- 

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | LUMAJANG - Pasca enam hari Lumajang diguncang gempa bumi, pemerintah setempat mulai melakukan verifikasi bangunan yang dilaporkan rusak.

Tinjauan ini dilakukan untuk memastikan kebenaran data, sebelum para korban diberi bantuan dana relokasi.

Selama dua hari ini, Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari menjadi sasaran pertama dilakukan pengecekkan. Sebab, dua kecamatan itu jumlah rumah yang rusak mencapai seribu lebih.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Ernowo Pujo Santoso mengatakan, dalam proses verifikasi ulang itu pihaknya menerjunkan sebanyak 40 orang.

Mereka dibagi menjadi dua regu untuk memastikan ulang rumah yang rusak masuk dalam kategori ringan ataupun berat.

"Tadi tim kami bagi dua. Ada yang di Desa Sidomulyo dan Desa Pronojiwo dan Tempursari," kata Ernowo.

Sayangnya, kata Ernowo, verifikasi di lapangan petugas menemukan beberapa kendala. Salah satunya, petugas kesulitan mendata rumah yang rusak sebab banyak korban yang kehilangan identitasnya ketika gempa terjadi.

Sehingga verifikasi ini cukup memakan waktu lama. Karena petugas harus benar-benar memastikan data yang dilaporkan tidak dobel.

"Rumahnya rusak berat alias sudah ambruk begitu itu menyusahkan. Kadang mereka kehilangan KTP, ada yang suaminya sudah lapor tapi istrinya lapor lagi. Mangkannya kami harus jeli," ujarnya.

Dengan kondisi itu, pihaknya pun melibatkan perangkat desa saat melakukan pengecekan. Sebab perangkat desa paham identitas para pemilik rumah.

Meski demikian, pihaknya memastikan proses verifikasi akan rampung dalam minggu ini. Sebab selambatnya Senin (19/04), data harus sudah masuk BPBD Lumajang.

"Kami akan tetap kebut supaya penanganan rumah bisa segera diajukan dan warga bisa segera mendapat bantuan dana rekonstruksi rumah," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved