Breaking News:

Upaya Gojek Kurangi Angka Pengangguran Perempuan, Hadirkan Emak- emak Jago di Aplikasi GoMart

Aplikasi penyedia layanan transportasi, pesan antar makanan, logistik, pembayaran, Gojek, turut membantu Pemerintah mengurangani pengangguran.

Foto:gojek
Kehadiran layanan asisten Emak Jago di GoMart diharapkan bisa membantu Pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran bagi perempuan. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Aplikasi penyedia layanan transportasi, pesan antar makanan, logistik, pembayaran, dan kebutuhan sehari-hari, Gojek, turut membantu Pemerintah mengurangi angka pengangguran, khususnya bagi perempuan.

Terbaru upaya tersebut diimplementasikan Gojek melalui kehadiran layanan asisten Emak Jago yang ada di GoMart.

Emak Jago sendiri merupakan satu dari empat progam evolusi yang diciptakan Gojek di GoMart pada tahun 2021 ini.

"Sebagai perusahaan yang selalu mengedepankan dampak sosial, maka kehadiran asisten belanja Emak Jago ini merupakan bukti upaya kami untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan untuk perempuan dan para ibu," ujar Head of Groceries Gojek, Tarun Agarwal diacara konferensi pers virtual Evolusi Terbaru GoMart, Kamis (15/4/21).

Dijelaskan Tarun, para Emak Jago yang direkrutnya lebih mendahulukan keluarga maupun sanak saudara dari para mitra driver Gojek yang juga mengalami tantangan selama masa pandemi.

Dengan begitu, diharapkan bisa semakin mempertegas misi dampak sosial yang senantiasa dipegang teguh oleh Gojek.

Sementara itu, Head of Product Marketing GoMart, Yoel Wijaya mengatakan, Emak Jago merupakan layanan asisten belanja handal yang bekerja dengan memilihkan bahan makanan segar dan berkualitas yang akan dibeli pelanggan GoMart.

Diharapkan Yoel, dengan adanya Emak Jago ini bisa mengurangi angka pengangguran wanita di Indonesia.

"Jadi, selain memudahkan pelanggan untuk memilih bahan makanan segar dan berkualitas dalam berbelanja di GoMart, kehadiran asisten belanja berpengalaman Emak Jago juga turut memberikan dampak sosial berupa lebih banyak lapangan pekerjaan bagi para perempuan yang mengalami tantangan selama pandemi," ujar Yoel.

Disisi lain, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Vennetia Ryckerens Danes mengatakan, dampak pandemi COVID-19 memang lebih berat dirasakan oleh kelompok perempuan baik dari sisi ekonomi maupun psikologis.

"Berdasarkan data yang kami lihat dari Pusat Hukum Wanita Nasional (NWLC), antara Agustus hingga September, terdapat hampir 1,1 juta pekerja usia 20 tahun ke atas keluar dari angkatan kerja," kata Vennetia.

Dari jumlah total tersebut, lanjutnya, 865.000 di antaranya adalah perempuan.

Hal tersebut artinya, masih kata Vennetia, menandakan bahwa angka perempuan yang terpaksa di-PHK lebih tinggi 4 kali lipat ketimbang jumlah laki-lakinya, yaitu 216.000 orang pekerja dan jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut akan berdampak terhadap terhambatnya pencapaian pembangunan SDM unggul.

"Oleh karenanya, inisiatif Gojek lewat layanan GoMart yang merekrut ibu-ibu khususnya keluarga mitra driver sebagai asisten belanja patut didukung dan diacungi jempol.

Hal ini dapat menjadi peluang yang baik bagi perempuan agar dapat keluar dari situasi krisis yang diakibatkan oleh pandemi," ungkap Vennetia.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved