Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Tiga Fokus Pembangun Jatim Digodong di Musrenbang RKPD Tahun 2022

Pemprov Jatim fokus untuk pembangunan wilayah selatan, pembangunan SDM, dan Kesehatan di tahun mendatang.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberi sambutan di Musrenbang RKPD Jatim 2022, di Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (15/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) fokus untuk pembangunan wilayah selatan, pembangunan SDM, dan Kesehatan di tahun mendatang.

Tiga poin ini menjadi pada pembahasan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 yang digelar di Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (15/4/2021).

Musrenbang RKPD tahun 2022 ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan diikuti oleh seluruh bupati/wali kota dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur, Bobby Soemarsono menuturkan, fokus pembangunan yang dilakukan Pemprov Jatim pada tahun 2022 nanti, tak lepas dari pembangunan di wilayah Selatan, peningkatan kualitas SDM, dan kualitas Kesehatan.

"Di tahun 2022 mendatang, selain pemulihan ekonomi, ada pembangunan di wilayah Selatan, kemudian pembangunan SDM dan Kesehatan. Ini harus berjalan bersama sama. Sehingga nanti, tagline Jawa Timur Bangkit ini bisa benar benar terlaksana di tahun 2022," ujar Bobby.

Bobby menambahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa pondasi ekonomi Jatim dari sektor UMKM. Lebih dari 50 persen PDRB Jatim ditopang oleh UMKM.
Bahkan berdasarkan data yang ada, sektor yang cepat mengalami kebangkitan pada masa pandemi Covid-19 ini adalah jasa telekomunikasi dan yang kedua adalah UMKM.

"Karena UMKM ini banyak menggunakan produk pertanian. Tagline-nya Ibu (Gubernur) adalah petik, olah, kemas, jual itu banyak dilakukan oleh sektor UMKM. Sehingga dari proses produksi itu menghasilkan produk ekonomi yang melibatkan banyak orang," tegas Bobby.

Di sisi lain, Ketua DPRD Jatim, Kusnadi meminta kepada Pemprov Jatim untuk memanfaatkan Bonus Demografi, guna peningkatan SDM nantinya. Salah satunya dengan penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

”Generasi muda itu kita persiapkan agar mempunyai kemampuan untuk bisa bekerja sesuai dengan kebutuhan industri," imbuhnya.

Harapannya, dengan peningkatan keahlian para generasi muda ini, dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka, akibat Covid-19. Bahkan Pemprov Jatim telah memiliki Millenial Job Center untuk meningkatkan skill calon tenaga kerja.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved