Breaking News:

Berita Ponorogo

Sekda Ponorogo Panggil 26 Lurah Pasca Viralnya Biaya Pemakaman Rp 5 Juta

Menurut Sekda Ponorogo, pemberlakuan tarif tertentu untuk biaya pemakaman tidak mempunyai payung hukum yang, legal sehingga bisa saja disebut pungli

SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Sekda Ponorogo, Agus Pramono. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Pramono berencana memanggil 26 Lurah di Ponorogo, pasca viralnya biaya pemakaman di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo yang membutuhkan biaya hingga mencapai Rp 5 juta.

Menurut Agus, pemberlakuan tarif tertentu untuk biaya pemakaman tidak mempunyai payung hukum yang, legal sehingga bisa saja disebut pungutan liar.

Apalagi, jika besaran tarif pemakaman tersebut tinggi hingga memberatkan keluarga jenazah.

"Memang kejadian seperti ini banyak yang ada di kelurahan, namun nilainya tidak sebesar itu (Rp 5 juta). Oleh karena itu Pemda akan melakukan inventarisasi dengan mengundang kepala kelurahan yang ada di Ponorogo," kata Agus, Kamis (15/4/2021).

Di sejumlah kelurahan, lanjut Agus biaya yang selama ini ditarifkan berkisar Rp 200 ribu dan dikelola langsung oleh juru kunci makam.

Uang tersebut digunakan untuk perawatan makam serta upah bagi juru kunci makam.

"Kalau untuk krisis lahan, tentu kami akan berupaya mencarikan tempat pemakaman umum yang sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan tata ruang," jelas Agus.

Untuk itu Agus memperingatkan kepada Lurah, jika memang ada masalah dan akan mengambil kebijakan tertentu harus disampaikan ke pejabat di atasnya.

"Lurah menyampaikan ke camat dan camat ke kami, pasti pemerintah akan mengambil kebijakan terkait dengan hal-hal yang dibutuhkan," tutup Agus.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved