Breaking News:

Berita Sampang

Bermalasan saat Ramadhan, PNS Sampang Bisa Kena Pemotongan TPP Sampai Penurunan Pangkat

Plt Kepala Inspektorat Sampang, Ari Wibowo mengatakan, selama dua hari Ramadhan pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pengawasan

ilustrasi Kompas.com
ilustrasi PNS tidur di masjid 

SURYA.CO.ID, SAMPANG - Kewajiban berpuasa selama bulan suci Ramadhan biasanya berpengaruh pada produktivitas kinerja para PNS. Karena itu Pemkab Sampang melakukan pemangkasan jam kerja hanya 30 menit untuk para PNS, agar pekerjaan lebih efektif meski sedang berpuasa.

Hanya, ketentuan itu bukannya tanpa peringatan. Karena Inspektorat Sampang tetap memperketat pengawasan atas kinerja para PNS, agar tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan, apalagi tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Plt Kepala Inspektorat Sampang, Ari Wibowo mengatakan, selama dua hari Ramadhan pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pengawasan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terutama di tingkat Kecamatan.

"Menurut teman-teman di lapangan, pegawai di kecamatan sampai membantu ke desa. Jadi selama pantauan kemarin tidak sampai mengurangi jam kerja, malah lebih bersemangat," kata Ari, Kamis (15/4/2021).

Kendati demikian, bukan berarti pengawasan berlangsung hari itu saja, melainkan berjalan selama bulan puasa. Bahkan penyisiran instansi tidak dilakukan hanya di tingkat kecamatan, melainkan ke depan sampai pemantauan ke seluruh OPD.

"Selain melakukan pantauan langsung ke lokasi, kami juga berkoordinasi dengan BKPSDM. Karena mereka memiliki sistem absensi online," terang Ari.

Sementara tentang sanksi akan diberlakukan sesuai ketentuan sistemnya berjenjang. Artinya PNS yang tidak hadir lima hari tanpa keterangan, masih mendapat pembinaan dari atasan langsung.

Sedangkan jika diketahui tetap membandel, tahap selanjutnya akan diserahkan kepada inspektorat dengan penyerahan surat kepada bupati untuk dilakukan pembinaan melalui inspektorat.

"Untuk sanksinya lebih berat, tingkat kesalahan menengah ke atas bisa penurunan pangkat. Penundaan kenaikan pangkat satu tahun, dan penundaan gaji berkala," tegasnya.

Tidak hanya itu, nominal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) setiap bulannya akan dikurangi sesuai tingkat kesalahannya. Jadi TPP akan dikurangi sekian persen sesuai tingkat kesalahannya.

"Dengan sanksi itu maka PNS Sampang akan berpikir berulang kali jika melanggar ketentuan yang sudah di berlakukan," pungkasnya. HANGGARA PRATAMA

Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved