Breaking News:

Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark, Gara-gara Muncul Efek Serius, Penggumpalan Darah

Kabar kurang menyenangkan mengiringi penggunaan Covid-19 buatan AstraZeneca. Vaksin ini dihentikan penggunaanya di Denmark.

Freepik by Freepik
(Ilustrasi) vaksin covid-19 

SURYA.co.id I KOPENHAGEN - Kabar kurang menyenangkan mengiringi penggunaan Covid-19 buatan AstraZeneca. Vaksin ini dihentikan penggunaanya di Denmark.

Pernyataan itu disampaikan Soren Brostrom, direktur otoritas kesehatan setempat dalam konferensi pers.

Brostrom menegaskan, mereka akan memutus penggunaannya meski direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan badan pengawas obat-obatan Eropa.

Denmark menjadi negara pertama di Eropa yang mencabut penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca. Keputusan itu diambil setelah muncul laporan efek samping serius namun langka, yakni penggumpalan darah di penerima.

Beberapa negara di "Benua Biru" akhirnya bersedia melanjutkan penggunaannya setelah Badan Obat-obatan Eropa (EMA) turun tangan. Dilansir AFP Rabu (14/4/2021), EMA menekankan vaksinnya "aman serta efektif" dan perlunya vaksinasi terus digelar.

Namun, Kopenhagen tetap tegas menghentikan penggunaan sembari menyatakan mereka akan menggelar penyelidikan. Sebabnya, terdapat dua kasus thrombosis, salah satunya fatal, ditemukan di antara 140.000 penerima vaksin AstraZeneca.

Di negara berpopulasi 5, juta jiwa itu, delapan persen sudah divaksinasi penuh, dengan 17 persen telah menerima dosis pertama. Negara kelahiran pendongeng termashyur Hans Christian Andersen itu melanjutkan vaksinasi dengan Pfizer/BioNTech dan Moderna.
Penangguhan AstraZeneca jelas menunda ambisi negara tersebut dalam menginokulasi mayoritas warganya. Meski begitu, Denmark menegaskan ketersediaan vaksin Covid-19 lain, ditambah penegakan protokol kesehatan membuat rencana mereka tetap berjalan lancar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark"

Editor: Suyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved