Breaking News:

Berita Gresik

Takjil Delivery dari Pegiat Media Sosial Kabar Panceng untuk Warga Desa yang Sakit di Gresik

Pegiat media sosial Facebook Kabar Panceng yang melakukan aksi sosial mengantar takjil kepada warga yang sedang sakit dengan nama 'Takjil Delivery'.

SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Takjil Delivery ala pegiat media sosial Facebook, Kabar Panceng di Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Bulan Ramadan, semua orang berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Tidak terkecuali pegiat media sosial Facebook Kabar Panceng yang melakukan aksi sosial mengantar takjil kepada warga yang sedang sakit dengan nama ‘Takjil Delivery’.

Ketua Kabar Panceng, Didik Sihabul Mila mengaku, selama bulan Ramadan ini dia bersama para admin Kabar Panceng setiap hari membeli dagangan masyarakat secara bergilir. Kemudian diberikan kepada warga di Desa Wotan, Kecamatan Panceng.

Dia beserta admin Kabar Panceng lebih dahulu membeli sejumlah takjil dari warga desa. Kemudian takjil itu dikumpulkan dan diantar ke rumah-rumah warga dengan mengendarai sepeda motor.

“Kemudian kami bagikan ke setiap rumah warga di Desa Wotan tanpa terkecuali sampai seluruh rumah yang ada di Desa Wotan mendapatkan manfaat. Program ini kita beri nama takjil dilevery gratis,” kata dia, Selasa (14/4/2021).

Takjil delivery ini juga berisikan beras dan mie instan kepada warga.

Pria berusia 33 tahun ini mengaku, pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) bahkan masyarakat yang menjadi pedagang takjil dadakan juga dibantu untuk berjualan.

Pihaknya membuka Bazar Ramadhan Kabar Panceng di desa. Program ini, bertujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian warga yang beberapa bulan ini menurun karna wabah Covid-19

Upaya dari pegiat medsos Kabar Panceng dalam ikut andil membantu masyarakat bangkit kembali dalam perekonomian dan dikemas menjadi program masyarakat tangguh di bulan suci Ramadan

“Contoh nyata yang kami lakukan adalah pembelian hasil tani masyarakat berupa padi yang kami beli di atas harga pasar, bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan harga yang sesuai. Hasil dari pengolahan padi setelah kami proses dan kemas, lalu kami bagikan ke warga. Program ini, kami beri nama Lumbung Pangan Kabar Panceng. Bisa kita lihat tenda-tenda dan rombong-rombong di Bazar Ramadan Kabar Panceng, kami siapkan bagi masyarakat dan gratis,” terangnya.

Menurut Didik, fasilitas tenda dan rombong untuk jualan tidak berhenti setelah bulan Ramadan. Fasilitas itu akan kembali bisa digunakan warga setempat secara cuma-cuma. Jika tidak ada aral melintang setiap akhir pekan akan ada bazar dan pasar malam.

“Tidak cuma itu, nantinya setelah Ramadan tenda-tenda dan rombong-rombong ini akan kami jadikan pasar malam dan pasar tradisional yang bertujuan untuk menumbuhkan umkm-umkm untuk menjadi lebih maju dan punya daya saing bagi target pasar,” terangnya.

Adanya kegiatan sosial ini mendapat respon positif dari warga. Terutama para pedagang takjil, ada yang diborong oleh pembeli di awal Ramadan.

Salah satu warga bernama Nur mengaku, sangat bersyukur dia bisa mendapat beras secara gratis saat datang ke Bazar Ramadan. Kebetulan dia berada di depan dan tinggal mengambil saja tanpa perlu membeli.

“Terima kasih banyak, berasnya tadi langsung dapat gratis,” kata dia.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved