Breaking News:

Hikmah Ramadan 2021

Prof Jusuf Irianto Ketua Komisi MUI Jatim: Puasa adalah Kesalehan Individu dan Sosial

Berpuasa secara spiritual merupakan wujud penghambaan diri tunaikan kewajiban sebagai perintah suci Sang Khaliq.

Foto: dok pribadi
Prof Jusuf Irianto, Guru Besar FISIP Unair Surabaya yang juga Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Jawa Timur. 

Oleh: Prof Jusuf Irianto, Guru Besar FISIP Unair Surabaya
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Jawa Timur.

SURYA.CO.ID - Memasuki bulan suci Ramadhan 1442 H umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan rasa syukur dan bahagia. Bagi kaum yang beriman, bulan Ramadhan memiliki banyak makna.

Tak hanya makna berdimensi spiritual, namun juga sosial.

Berpuasa secara spiritual merupakan wujud penghambaan diri tunaikan kewajiban sebagai perintah suci Sang Khaliq.

Secara sosial, berpuasa memiliki makna dengan spektrum yang lebih luas menyangkut kehidupan bermasyarakat.

Bulan Ramadhan merupakan momentum peningkatan ibadah dengan imbalan pahala berlipat
dan predikat ketaqwaan.

Sejak terbit hingga tenggelamnya fajar, ummat Islam wajib berpuasa menahan lapar dan dahaga sembari mengekang hawa nafsu.

Di malam hari, ritme ibadah tak berhenti karena juga disunahkan shalat Tarawih, tadarus al Quran, qiyamul lail, dan ibadah
lainnya.

Denyut spiritual kian intensif dengan ikhtikaf menjelang akhir Ramadhan disertai pengharapan menemui malam seribu bulan atau lailatur qadr.

Jika kita ingin melihat betapa khusuk setiap pribadi hamba beriman dalam beribadah kepada Allah, lihatlah kegiatan mereka di bulan
Ramadhan yang tak pernah dapat ditemui pada bulan lainnya.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved