Breaking News:

Konflik PKB

Cak Imin di PKB Dinilai Lahirkan Oligarki dan Nepotisme, Yenny Wahid Minta Sesepuh Tak Diam

Zannuba Arrifah Chafsoh alias Yenny Wahid angkat bicara mengenai konflik di tubuh PKB. Ia minta sesepuh PKB  tak diam dan mengetuk kesadaran Cak Imin.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Yenny Wahid dan Cak Imin. Dinamika di internal PKB tak lepas dari pantauan Yenny Wahid. Ia pun menilai, PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin menjadi oligarki dan nepotisme. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Zannuba Arrifah Chafsoh alias Yenny Wahid angkat bicara mengenai konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Melalui juru bicaranya, Imron Rosyadi Hamid, Yenny Wahid menilai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menunjukkan watak oligarki dan nepotisme.

Karena itu, Yenny Wahid pun minta sesepuh dan elite lingkaran PKB  tak diam dan mengetuk kesadaran serta mengingatkan Cak Imin.

Yenny Wahid sekaligus putri mantan Ketua Umum PKB, Abdurahman Wahid alias Gus Dur ini mengikuti dinamika konflik di internal PKB yang menjadi sorotan beberapa hari ini.

Baca juga: Tanggapi 113 DPC PKB Ingin Lengserkan Cak Imin, Anggota DPR Ratna Juwita: Klaim Barisan Sakit Hati

"Mbak Yenny sudah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB pasca dilangsungkannya Muscab serentak Tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah.

Dalam pandangan kami, PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin menunjukkan watak oligarki dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi," ujar Imron, dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Yenny disebut Imron meminta agar Cak Imin beserta lingkaran elitnya agar kembali pada sejarah awal berdirinya partai.

Salah satu caranya, Yenny meminta semua pihak termasuk internal DPP bahkan para sesepuh untuk mengetuk kesadaran dan mengingatkan Cak Imin.

Baca juga: PKB Jatim Solid dan Malas Tanggapi Isu MLB Desakan 113 DPC yang Ingin Lengserkan Cak Imin

"Termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU.

Gus Dur tidak sekedar Pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratus Syech Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu," jelasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved