Breaking News:

Berita Kediri

Warga Kediri Temukan Benda Diduga Cagar Budaya Purbakala saat Bersihkan Sungai

Warga Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri menemukan benda diduga cagar budaya purbakala

surya.co.id/farid mukarrom
Benda purbakala yang ditemukan di dekat sungai Dusun Sugihwaras Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI – Warga Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri menemukan benda diduga cagar budaya purbakala di dekat sungai Dusun Sugihwaras.

Penemu benda tersebut Cahyo Umar Guritno (56) mengungkapkan, ia menemukan kepala kala saat membersihkan lokasi sekitar sungai.

"Waktu itu saya sedang membersihkan sungai, di sisi sebelah barat, dan tak sengaja temukan batu, setelah diangkat itu seperti benda kuno," ujarnya, Selasa (13/4/2021).

Tak hanya temukan Kala, Yoyok panggilan akrabnya mengatakan, sekitar 200 meter dari lokasi penemuan, ia juga temukan benda balok batu kuno.

“Balok-balok batu dan lumpang batu ini ditemukan warga saat menggali jamban,” imbuhnya.

Informasi penemuan benda purbakala ini juga sudah diketahui oleh Komunitas Pasak Kadhiri (Penyelamat dan Pemerhati Sejarah Budaya).

Baca juga: Tandatangani Pakta Integritas, Gus Ipul Minta Pegawai Perbaiki Pelayanan di RSUD Dr R Soedarsono

Baca juga: Jadwal Imaskiyah Kota Surabaya dan Sekitarnya 1442 H Lengkap Waktu Shalat Fardhu

Afifudin anggota Pasak Kediri mengatakan, temuan Kepala kala yang ditemukan di Desa Klanderan ini dipahatkan pada batu andesit berbentuk persegi panjang.

"Kala ini digambarkan dengan tanpa rahang bawah, kedua bola mata terukir bulat melotot," jelasnya.

"Kemudian kedua telapak tangan mengapit pipi dan telinga dengan mengacungkan dua jari sedangkan hidungnya terukir menonjol dengan guratan-guratan di atasnya," ujarnya kepada SURYA.co.id.

Sementara Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Priatno mengatakan, biasanya Kepala Kala dapat ditemukan di ambang pintu sebuah candi.

"Dari hasil pengukuran, panjang Kepala Kala berukuran 60 sentimeter, lebar 23 senti meter, tinggi 26 sentimeter, dan tebal 13 sentimeter," ujarnya.

“Dari gaya pahatannya, kepala kala ini identik seperti gaya pada periode Jawa Tengahan,” sambung Eko Priatno.

Menurut Eko Priatno pihaknya akan akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur dan pihak Desa Klanderan.

"Untuk mengetahui keaslian temuan tersebut pihaknya perlu melihat material yang digunakan serta bidang pahatnya. Insyaallah besok kami akan meninjau ke lokasi,” pungkasnya.

BACA BERITA KEDIRI LAINNYA

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved