Berita Gresik

Tiga Desa di Ujungpangkah Gresik Jadi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE)

"Kami, kades tiga desa sepakat dengan adanya perdes bersama tolak perburuan di kawasan KEE Ujungpangkah Gresik."

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
surya.co.id/willy abraham
Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo mencicipi produk olahan sirup mangrove, Senin (12/4/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK - Habitat burung air yang ada di Kawasan Ekosistem Esensial atau KEE Ujungpangkah harus dilestarikan.

Masyarakat dan Pemkab Gresik diminta untuk bersinergi melestarikan alam di kawasan yang berada di wilayah utara itu.

Kepala Balai BKSDA Jawa Timur Wilayah II Gresik, Wiwied Widodo mengatakan KEE Ujungpangkah merupakan kawasan yang memiliki nilai penting sebagai ekosistem mangrove yang cukup luas dengan memiliki keanekaragaman 18 jenis mangrove. 

Selain itu, sebagai tempat hidup 73 jenis burung air baik penetap maupun jenis burung migran seperti Pelikan Kacamata (Pelecanus consipicillatus) serta Berang-berang dan Monyet ekor panjang. 

"Nah, aksi perburuan yang terjadi harus menjadi perhatian bersama. Satwanya tidak boleh dihabisi," katanya usai konsolidasi Forum Pengelola KEE Ujungpangkah atas kerjasama ARuPA dengan didukung USAID-BIJAK di salah satu hotel pada Senin (12/4/2021).

Wiwied berucap, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melakukan sosialisasi masif terhadap larangan perburuan ilegal burung air yang saat ini masih marak ditemui.

Pihaknya juga telah memetakan motif perburuan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggungjawab di antaranya karena motif ekonomi dan adanya pasar gelap sebagai kebutuhan kuliner burung.

"Nantinya yang berburu itu juga kita gandeng, kita berikan solusi untuk meningkatkan ketrampilan.

Motif mereka yang berburu itu karena ekonomi dan adanya kebutuhan untuk dijadikan kuliner," ucap dia.

Direktur ARuPA Edi Suprapto menyatakan pihaknya telah melakukan pendampingan maksimal ke masyarakat tiga desa yang meliputi Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon dan Banyuurip.

Edi berkata di kawasan tersebut merupakan sebuah wilayah delta yang terbentuk pada muara Sungai Bengawan Solo.

Maka dari itu butuh kolaborasi semua pihak.

"Dalam pengembangannya nanti adalah kolaborasi dari semua pihak baik masyarakat, desa, pokdarwis, pemerintah dan perusahaan swasta," katanya.

Didukung Pemkab Gresik

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved