Breaking News:

Berita Banyuwangi

Tak Biarkan Covid-19 Hambat Geliat Ekonomi UMKM, Pasar Takjil Digelar Serentak di Banyuwangi

Ipuk mengungkapkan, pasar takjil juga bagian dari upaya menjaga tradisi Ramadhan namun menyesuaikan kondisi saat ini.

surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meluncurkan Pasar Takjil (Pasti) Ramadan di Jalan Brigjen Katamso, Banyuwangi, Selasa (13/4/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Saat banyak daerah mendorong kebangkitan pelaku ekonomi kecil-menengah, larangan berjualan takjil dengan alasan rawan penularan Covid-19, memang terkesan kontraproduktif. Justru Pemkab Banyuwangi mendukung pasar takjil Ramadhan di 25 kecamatan, Selasa (13/4/2021), demi mendorong geliat perekonomian warga.

Selain itu, mengizinkan digelarnya pasar takjil juga akan mempermudah pengawasan protokol kesehatan (prokes) serta higienitas makanan yang dijajakan para pelaku usaha mikro tersebut.

Hal itu diungkapkan Bupati Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan Pasar Takjil (Pasti) Ramadan di Jalan Brigjen Katamso, Banyuwangi, Selasa (13/4/2021) sore. Di tempat berbeda, Wabup Sugirah juga meresmikan pasar takjil di Desa Kebaman, Kecamatan Srono.

Bupati Ipuk mengatakan, pasar takjil diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Banyuwangi.

“Pandemi Covid-19 belum berlalu. Tetapi kami sadari, ekonomi rakyat harus tetap jalan. Untuk itu, saya mengizinkan pasar takjil beroperasi, namun protokol kesehatan tetap harus dikawal. Pengunjung dan penjual harus disiplin pakai masker, jaga jarak, maupun sediakan hand sanitizer," ujar Ipuk.

"Lewat satgas akan kami pantau pelaksanaan di lapangan. Ekonomi jalan, tetapi penularan Covid-19 harus bisa kita hindari," imbuh Ipuk.

Ada 64 pelaku UMKM yang membuka stand di ruas jalan yang berlokasi di sisi Utara kantor DPRD Banyuwangi tersebut. Mereka menjual aneka makanan serta minuman yang biasa disediakan untuk takjil.

Mulai makanan ringan seperti patola, kue bagiak, kolak, hingga aneka makanan berat.

Para pengunjung yang datang harus berjalan kaki dan wajib mematuhi aturan 3M. Jarak antar penjual ditata sedemikian rupa agar tidak berjubel. Makanan-minuman yang dijual juga dilakukan uji sampel yang dilakukan oleh Laboratrium Kesehatan Daerah (labkesda).

"Mobil labkesda rutin turun ke pasar takjil untuk memastikan makanan yang dijual di sana aman untuk dikonsumsi. Sehingga pembeli juga yakin, ujungnya dagangan UMKM laris,” papar bupati perempuan tersebut.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved