Breaking News:

Regional

Sadis di Jalanan dan Korban, Giliran Ditangkap Jambret Jalanan Mewek Minta Ampun

Saat ditangkap, giliran pelaku nangis sekencang-kencangnya agar tak dipukuli. Apalagi saat diancam bakar hidup-hidup.

Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa via Tribun Sumsel
Istimewa via Tribun Sumsel Johan Prabaya menangis sejadi-jadinya setelah ditangkap warga dan diancam akan dibakar hidup-hidup. 

"Saat terjatuh, satu pelaku kabur. Sedangkan satu pelaku lagi tidak dapat lagi kabur," katanya.

Tersangka Johan Prabaya membantah jika ia ingin menjambret.

Tersangka pejambretan ponsel dihajar massa di taman Kehati Kota Mojokerto.
Tersangka pejambretan ponsel dihajar massa di taman Kehati Kota Mojokerto. (istimewa)

Ia mengatakan dirinya berangkat dari Indralaya hendak ke Bukit Besar untuk pergi melihat ayah tirinya.

"Bukan aku pelakunya, pelakunya tadi itu yang bawa pisau.
Aku malah ikut mengejar pelaku, tapi aku yang disangka pelaku juga," katanya mengelak dikatakan pelaku jambret.

Akan tetapi, warga Komplek Polda Mandala Blok A Kelurahan Permata Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak dapat mengelak lagi saat dipertemukan dengan korban yang ponselnya dijambret.

Tersangka hanya terdiam, yang semula mengaku tidak menjabret ponsel korban.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan membenarkan sudah mengamankan satu pelaku jambret di Jalan Way Hitam, Kecamatan IB 1 Palembang.

"Pelaku sudah diamankan. Tersangka ini sempat dipukuli dan hendak dibakar warga hidup-hidup. Namun, dari laporan yang diterima anggota berhasil menyelamatkan nyawa tersangka ketika berupaya akan dibakar massa," katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sangar Saat Beraksi, Penjambret Ini Nangis Kencang Saat Diancam Akan Dibakar Hidup-hidup

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved