Breaking News:

Berita Jember

Oknum Dosen Unej Cabuli Siswi SMA Jadi Tersangka, Terbongkar Setelah Korban Tulis Status di Medsos

Seorang oknum dosen Unej ( Universitas Jember) berinisial RH ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mencabuli siswi SMA, tak lain ponakannya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
megapolitan.kompas.com
ilustrasi - seorang dosen Unej jadi tersangka dugaan pencabulan terhadap siswi SMA yang tak lain ponakannya sendiri. 

Trisna Dwi Yuni Aresta dari Koalisi Tolak Kekerasan Seksual mengatakan, aksi virtual itu sebagai bentuk pengawalan terhadap penanganan kasus tersebut.

"Kami terus mendorong penanganan kasus ini, baik di tingkat kepolisian, maupun internal Universitas Jember. Melalui aksi ini kami juga mengajak para penyintas kekerasan seksual untuk berani berbicara, speak-up," ujar Trisna.

Trisna menambahkan, aksi virtual itu diikuti oleh ratusan orang, baik dari Jember maupun luar Jember.

Aksi itu, lanjutnya, juga sebagai bentuk dukungan atas penanganan kasus keponakan yang dicabuli oleh sang paman yang juga oknum dosen Unej.

Trisna menambahkan, pihak Unej sendiri juga harus memiliki peraturan tentang penanganan kekerasan. Trisna mencontohkan perguruan tinggi negeri lain di Jawa Timur, yang telah memiliki Peraturan Rektor tentang penanganan kekerasan dan perundungan.

"Unej seharusnya punya Peraturan Rektor perihal itu. Apalagi, kasus ini bukan yang pertama, sudah kasus kesekian kalinya," tegasnya.

Sedangkan Eri Andriani dari STAPA Center mendukung aksi penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual tersebut.

"Kami mendukung aksi ini. Kami meminta ada penanganan tegas terhadap kasus ini. Kepada Unej, kami juga meminta Unej sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Jember, juga Indonesia, memiliki prosedur penanganan kasus kekerasan seksual. Juga kampus harus bisa menjamin keamanan mahasiswa atau civitas akademikanya dari predator seksual. Karena ini sudah kesekian kalinya ini terjadi lagi. Kalau tidak ada jaminan, tentunya orang tua akan berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya ke kampus tersebut," tegas Eri dalam pernyataan dukungannya.

Dukungan terhadap penanganan kasus tersebut juga disampaikan oleh Mahasiswa Unej, Rizky PL yang juga aktivis dari Lingkar Belajar Feminis Pasuruan. Dia meminta ada penanganan tegas terhadap kasus tersebut.

Dia juga meminta kepada pihak-pihak tertentu tidak melakukan intervensi terhadap siapapun yang ingin kasus tersebut diungkap dan ditegakkan secara adil.

"Saya mengutuk keras upaya perlindungan kepada pelaku kekerasan seksual. Karena saat saya share pamflet aksi ini, ada relasi kuasa dari organisasi saya di kampus untuk menghapus, jadi ada upaya-upaya untuk melindungi pelaku. Karena menilai ini masih keluarga sendiri," tegasnya.

Sedangkan Yamini, Kuasa Hukum korban pencabulan RH, membenarkan telah ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Kepada para penyintas kekerasan seksual, Yamini mengharapkan, mereka berani berbicara. "Karena satu hal yang saya ingat dari penyintas kasus yang sedang kami dampingi ini adalah, dia bilang 'speak-up, berbicaralah karena itu akan mengurangi beban'.

Kalimat itu yang saya ingat dari penyintas kasus ini. Saya sangat salut. Dan jika penyintas ingin menempuh jalur hukum, tentunya itu juga harus berdasarkan keinginan dan kebutuhan penyintas," tegasnya.

Baca berita lainnya terkait kasus dosen cabul Unej

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved