PLN

Dukung Pengamanan Aset Proyek Strategis Nasional, BPN Terbitkan Sertipikat Aset PLN

Sinergitas antara PLN dengan BPN sebagai langkah strategis upaya percepatan sertifikasi aset milik PLN terus berproses mewujudkan hasil.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Parmin
Foto: pln
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Baskoro Waluyo, S.H, M.H menyerahkan sertifikat kepada PLN yang diwakili Manager Pertanahan dan Aset PLN UIP JBTB, M. Ardiansyah, Senin (12/4/2021). 

SURYA.co.id | Sinergitas antara PLN dengan BPN sebagai langkah strategis upaya percepatan sertifikasi aset milik PLN terus berproses mewujudkan hasil.

Sebanyak 29 sertipikat tanah dengan luas 16.535 m²  di Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, untuk pekerjaan SUTET 500 kV Bangil – Incomer Paiton – Kediri New telah terbit.

Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Baskoro Waluyo, S.H, M.H kepada PLN yang diwakili oleh Manager Pertanahan dan Aset PLN UIP JBTB, M. Ardiansyah, Senin (12/4/2021).

Dalam prosesnya, kegiatan pembebasan lahan SUTET 500 kV Bangil – Incomer Paiton – Kediri New dengan total luas lahan 18.334 m² sebagai bagian sistem peningkatan kehandalan pasokan listrik 500 kV sistem Jawa Bali.

Hal itu, telah dilakukan sejak April tahun 2020 sesuai tahapan peraturan melalui tahap awal sosialisasi rencana pembebasan lahan kepada warga pemilik lahan.

Dari total luas lahan keseluruhan sejumlah 34 bidang tanah, 29 bidang telah tersertifikasi, dan sisanya masih dalam tahapan persuasif kepada pemilik lahan untuk penerimaan ganti rugi.

Penandatanganan akta pelepasan hak sebelum diarahkan pada proses konsignasi jika masih terdapat keberatan.

Tahapan sempat terhenti karena pembatasan kegiatan terkait pandemic COVID – 19 dan kembali dilanjutkan mulai September.

Kegiatan ini dilakukan dengan inventarisasi lahan warga, pemberkasan dokumen tanah warga, permohonan pengukuran tanah bersama BPN, appraisal tanah bangunan dan tanaman.

Kemudian penyampaian dan persetujuan harga ganti rugi, hingga pembayaran ganti rugi tanah warga dan akta pelepasan hak yang dapat terselesaikan pada akhir tahun 2020.

Disampaikan oleh Baskoro saat penyerahan sertipikat, bahwa keseriusan PLN dalam pengurusan sangat membantu hingga sertipikat dapat diterbitkan BPN.

“PLN benar-benar mewujudkan terobosan hasil diskusi strategi percepatan lalu, secara intensif berkoordinasi untuk pelengkapan dokumen yang dibutuhkan oleh BPN” terang Baskoro.

Selanjutnya disampaikan Baskoro dengan koordinasi yang sangat baik diwujudkan PLN akan sangat membantu penerbitan sertipikat aset milik PLN.

“Koordinasi yang dilakukan oleh PLN dengan BPN sangat baik, sehingga ini tentu saja menjadi perhatian kami untuk dapat mencapai target sertifikasi aset milik PLN,’’ sambungnya.

Menanggapi pada kesempatan terpisah, Senior Manager Perijinan, Pertanahan & Komunikasi PLN UIP JBTB, Ratih Kusuma Dewi, menyampaikan terima kasih atas dukungan BPN dalam penerbitan sertipikat asset PLN.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kantah BPN Kabupaten Pasuruan atas dukungan dan kerjasama yang baik hingga 29 sertipikat ini terbit dan telah diserahkan kepada PLN” ujar Ratih.

Lebih lanjut  Ratih menyampaikan bahwa sinergitas PLN dan BPN dapat menyelamatkan aset negara yang ada di PLN.

“Sinergitas yang baik antara PLN dan BPN tentu saja sebuah langkah penting dalam penyelamatan asset negara yang ada pada PLN, sehingga harus mendapat perhatian yang serius agar target sertifikasi aset ini bisa terwujud,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved