Breaking News:

Berita Tulungagung

Ada di Wilayah Gempa, Warga Tulungagung Diminta Memperhatikan Kekuatan Struktur Bangunan

BPBD Tulungagung mencatat, ada 75 rumah warga yang rusak akibat gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (10/4/2021) lalu, pukul 14.00 WIB.

Penulis: David Yohanes
Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Salah satu rumah warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung yang ambruk karena gempa. 

Soeroto menambahkan, bangunan yang roboh tidak menggunakan besi penguat.

Sementara bangunan yang retak tidak punya struktur yang kuat untuk menahan getaran.

Bangunan dari batako wajib lebih diperhatikan, karena sifatnya lebih getas dibanding batu bata.

Struktur penguatnya harus benar-benar diperhatikan.

Demikian juga besi yang dipakai untuk penguat juga harus berdiameter besar, bukan besi kecil.

“Harus disabuk dengan kuat menggunakan besi dan beton kuat. Nanti tambah ketinggian, disabuk lagi begitu seterusnya,” tutur Soeroto.

Kerusakan parah juga terjadi pada kerangka atap galvalum untuk menopang genteng.

Sebab jika ada satu galvalum yang bengkok karena gemba, akan terjadi efek domino, genteng akan rontok.

Karena itu untu atap genteng, disarankan menggunakan kerangka atap kayu.

“Kayu sifatnya lebih fleksibel. Dia lebih tahan dengan getaran,” tutur Soeroto.

Lebih jauh, Soeroto mengingatkan potensi gempa di wilayah Tulungagung.

Kejadian itu akan terus berulang, karena adanya tumbukan lempeng bumi di laut selatan Jawa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved